Tinjau Puskesmas Kalumata, Nurjaya Hi. Ibrahim Temui Sejumlah Masalah: Siap Kawal ke Pemkot

Ternate, Maluku Utara – Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate dari Fraksi Gerindra, Nurjaya Hi. Ibrahim, mengungkap sejumlah persoalan pelayanan kesehatan yang ditemukan di Puskesmas Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, saat melaksanakan agenda reses II tahun 2026, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kunjungannya, Nurjaya menemukan berbagai kendala yang dinilai memengaruhi pelayanan dasar masyarakat, mulai dari ketersediaan obat, pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), hingga penanganan limbah medis yang belum optimal.

“Dari hasil reses yang saya temukan tadi memang ada masalah obat, karena permintaan ke gudang obat itu kadang kosong, sehingga ditaktisi menggunakan anggaran JKN,” kata Nurjaya kepada wartawan.

Ia menilai persoalan kebutuhan obat di setiap puskesmas harus menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Ternate, terutama dalam proses perencanaan dan pengadaan.

Menurut dia, pengadaan obat yang tidak sesuai kebutuhan lapangan justru berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. “Kalau ada pengadaan obat yang tidak sesuai kebutuhan, yang mengalami kendala itu pihak puskesmas, karena mereka yang melakukan pelayanan dasar secara langsung,” ujarnya.

Nurjaya juga meminta agar tenaga farmasi dilibatkan dalam proses perencanaan pengadaan obat agar kebutuhan di lapangan dapat dipetakan dengan baik.

Ia menyebut selama ini stok obat di gudang sering kosong sehingga puskesmas harus menggunakan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk membeli obat.

“Padahal seharusnya anggaran JKN tidak lagi dipakai untuk pembelian obat, karena pengadaan obat mestinya sudah ditangani di gudang obat,” katanya.

Selain persoalan obat, Nurjaya turut menyoroti pengelolaan dana BOK di puskesmas yang menurutnya perlu lebih transparan.

“Saya harapkan kepada seluruh kepala puskesmas agar pembagian anggaran BOK lebih transparan, karena ada beberapa pemegang program yang mengeluh,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung persoalan limbah medis yang hingga kini masih menumpuk dan belum diangkut karena terkendala izin pengelolaan. “Sementara limbah medisnya masih menumpuk, belum diangkut karena masih menunggu izin,” katanya.

Nurjaya memastikan seluruh persoalan tersebut akan dikawal dan didorong agar segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Ternate.

Menurut dia, penanganan limbah medis harus dilakukan secepat mungkin karena berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kalau masalah limbah medis nanti juga akan saya dorong ke pemerintah kota agar segera dilakukan penanganan, baik menggunakan pihak ketiga maupun langkah lain,” tandasnya. (*RFN)

Ditegur Guru karena Terlambat, Dua Siswa di Ternate Diduga Coba Bakar Sekolah

Ternate, Maluku Utara – Polisi menangkap dua siswa yang diduga terlibat dalam percobaan pembakaran bangunan SMAN 5 Ternate. Keduanya diamankan oleh tim Resmob Polsek Ternate Utara setelah penyelidikan atas laporan pihak sekolah.

Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin, 4 Mei 2026. Pihak sekolah kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Kasus ini telah dilaporkan oleh pihak sekolah ke Polsek Ternate Utara,” kata Sudirjo kepada wartawan, Sabtu (9/52026).

Menurut dia, tim Resmob bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku. Keduanya ditangkap pada Jumat dini hari, 8 Mei 2026, sekitar pukul 03.00 WIT.

Dua terduga pelaku masing-masing berinisial AS alias Aka, 16 tahun, dan RAR alias Al, 18 tahun. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga aksi tersebut dipicu rasa kesal salah satu pelaku setelah mendapat teguran dari guru karena terlambat masuk kelas.

“Perasaan emosi tersebut kemudian berkembang menjadi niat melakukan pembakaran terhadap salah satu bangunan sekolah,” ujar Sudirjo.

Polisi juga mengungkap kedua terduga pelaku diduga mengonsumsi minuman keras sebelum menjalankan aksinya. Dalam penangkapan itu, petugas menyita satu unit sepeda motor Yamaha Fino Sporty warna hijau tosca bernomor polisi DG 2487 PG yang digunakan saat kejadian.

Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Ternate Utara untuk proses hukum lebih lanjut. (Riv/Red)

Arif Budiman Ditunjuk sebagai Kapolda Maluku Utara, Ini Rekam Jejaknya

Sofifi, Maluku Utara – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjuk Brigjen Pol. Arif Budiman sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara. Penunjukan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026 tentang mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri.

Brigjen Pol. Arif Budiman menggantikan Irjen Pol. Waris Agono yang dimutasikan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Polda Maluku Utara menjelang masa pensiun. Sebelum dipercaya memimpin Polda Maluku Utara, Arif menjabat sebagai Danpas Brimob II Korbrimob Polri.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus langkah strategis Polri dalam memperkuat kinerja institusi kepolisian di daerah.

Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram Widarso membenarkan adanya pergantian pimpinan di tubuh Polda Maluku Utara.

“Iya benar ada pergantian Kapolda yang baru dari Mabes Polri,” ujar Wahyu kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Brigjen Pol. Arif Budiman diketahui bukan sosok baru di Maluku Utara. Perwira tinggi kelahiran 17 September 1972 itu pernah menjalani penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) di wilayah Maluku Utara pada 2006.

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang di Korps Brigade Mobil (Brimob) dan sejumlah penugasan strategis di institusi Polri.

“Bapak Kapolri telah menunjuk bapak Brigjen Pol. Arif Budiman sebagai Kapolda Maluku Utara. Beliau merupakan perwira tinggi yang berpengalaman dan mengukir banyak prestasi dalam pelaksanaan tugasnya,” kata Wahyu. (Riv/Red)

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Guide Pendaki Gunung Dukono

Tobelo, Maluku Utara – Kepolisian Resor Halmahera Utara menyelidiki dugaan kelalaian porter dan pemandu pendakian dalam insiden erupsi Gunung Dukono yang menyebabkan tiga pendaki hilang pada Jumat, 8 Mei 2026. Polisi menilai aktivitas pendakian diduga dilakukan secara ilegal di tengah status Gunung Dukono yang masih berada pada Level II atau Waspada.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami sedang dalami. Jika terbukti ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, porter dan pemandu bisa dijerat pidana. Saat ini masih proses penyelidikan,” kata Erlichson saat konferensi pers di Mapolres Halmahera Utara, Jumat (8/5/2026).

Polisi menyoroti dugaan pelanggaran terhadap rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan radius bahaya sejauh tiga kilometer dari kawah Gunung Dukono. Area tersebut seharusnya steril dari aktivitas masyarakat maupun pendaki.

“Ini bukan jalur wisata resmi. Tidak ada izin pendakian,” ujar Erlichson.

Basarnas: Tiga Pendaki Hilang Diduga Terjebak Dekat Kawah Gunung Dukono

Tobelo, Maluku Utara – Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang di kawasan Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat malam, 8 Mei 2026. Penghentian dilakukan setelah aktivitas vulkanik gunung meningkat dan membahayakan keselamatan personel penyelamat.

Kepala Kantor SAR Maluku Utara, Iwan Ramdani, mengatakan pencarian dihentikan pada pukul 18.50 WIT karena kondisi di sekitar kawah tidak memungkinkan untuk operasi malam hari.

“Gunung Dukono terus mengalami erupsi dan mengeluarkan material vulkanik. Selain itu kondisi di lokasi sangat gelap dan dipenuhi kabut, sehingga membahayakan tim SAR gabungan,” kata Iwan, Jumat.

Hingga Jumat malam, sebanyak 17 dari total 20 pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka terdiri atas warga negara Indonesia dan warga negara asing yang sebelumnya berada di jalur pendakian saat erupsi terjadi.

Tiga pendaki yang masih dalam pencarian masing-masing adalah Heng Wen Qiang Timothy (30), Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), serta Enjel, seorang pendaki perempuan asal Indonesia.

Hadiri Rapat TPID Malut, Bupati Taliabu Dorong Solusi Jangka Panjang Kendalikan Inflasi

Bobong, Maluku Utara – Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, memaparkan sejumlah tantangan utama dalam menjaga stabilitas harga pangan di wilayahnya saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Maluku Utara di Kota Ternate, Jumat (8/5/2026).

Dalam forum yang dihadiri kepala daerah se-Maluku Utara tersebut, Sashabila menyoroti tingginya biaya logistik dan kondisi geografis daerah kepulauan sebagai faktor dominan yang memengaruhi harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pulau Taliabu.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu telah melakukan berbagai intervensi terhadap sejumlah komoditas strategis, termasuk cabai merah, cabai merah kering, dan tomat.

“Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu sebenarnya telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk mengintervensi harga komoditas strategis, seperti cabai merah, cabai merah kering, dan tomat diklaim sudah mulai mengalami penurunan harga di pasar-pasar lokal,” ujar Bupati.

Meski demikian, ia mengakui capaian tersebut masih sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama ongkos distribusi barang ke wilayah kepulauan.

“Ada beberapa perkembangan yang menurut kami sudah kami upayakan secara maksimal, yaitu pengendalian harga cabai merah, cabai merah kering, dan juga tomat. Sudah turun dan dapat dikendalikan. Namun, hal yang lain memang masih tinggi, terutama karena menjadi faktor utama yaitu soal biaya ongkos logistik,” papar Sashabila.

Ia menilai, pemberian bantuan tunai maupun bantuan pangan belum cukup menjadi solusi permanen untuk menekan inflasi di daerah kepulauan seperti Taliabu.

“Kita perlunya mendorong kebijakan intervensi jangka panjang (long-term solution) demi menciptakan kemandirian pangan daerah, sehingga ketergantungan pada pasokan luar yang mahal dapat diminimalisir secara bertahap,” terang Bupati.

Selain persoalan pangan, Sashabila juga menyinggung rencana konversi minyak tanah ke LPG yang dinilai masih sulit diterapkan di Taliabu. Ia menyebut keterbatasan stok LPG dan minimnya komunikasi terkait kuota minyak tanah masih menjadi persoalan serius di daerahnya.

Menurut dia, distribusi LPG menuju Taliabu juga menghadapi tantangan keselamatan karena masih menggunakan kapal tradisional berbahan kayu.

“Masyarakat merasa khawatir bahwa LPG ini bisa melanggar atau membahayakan jika diangkut dengan kapal tradisional. Kami berharap dari pihak profesional bisa melakukan distribusi dengan cara-cara yang sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang ada,” tandasnya.

Forum HLM TPID Maluku Utara di Ternate tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan terkait pengendalian inflasi di wilayah Maluku Utara. (RHM)

Pemindahan Makam Haji Bur ke Ternate Disiapkan, ASN dan Warga Bisa Ikut Penghormatan Terakhir 

Ternate, Maluku Utara – Pemerintah Kota Ternate menggelar rapat koordinasi terkait rencana pemindahan makam mantan Wali Kota Ternate, almarhum Burhan Abdurrahman, dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menuju Kota Ternate.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan pemindahan makam dilakukan karena lokasi pemakaman almarhum di Makassar akan dialihfungsikan oleh pemerintah setempat. Karena itu, pihak keluarga bersama Pemerintah Kota Ternate sepakat untuk memulangkan almarhum ke kampung halamannya.

“Pemerintah kota bersama keluarga telah menggelar rapat koordinasi mengenai rencana relokasi makam almarhum Haji Burhan Abdurrahman dari pemakaman di Gowa menuju Ternate. Pemindahan ini dilakukan karena lahan pekuburan di Makassar akan dialihfungsikan oleh pemerintah setempat,” kata Rizal saat diwawancarai di kantor Wali Kota Ternate, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pemindahan makam telah dipersiapkan oleh tim teknis yang melibatkan berbagai instansi terkait. Sesuai jadwal, pembongkaran makam akan dilakukan pada Senin, 11 Mei 2026, sebelum diberangkatkan ke Ternate sehari setelahnya.

“Tim teknis yang melibatkan berbagai instansi telah menjadwalkan pembongkaran makam pada hari Senin, 11 Mei, dan kepulangan ke Ternate menggunakan pesawat pada Selasa, 12 Mei,” ujarnya.

Stok Bapok dan BBM di Morotai Aman Jelang Idul Adha, Harga Beras dan MinyaKita Berpotensi Naik

Daruba, Maluku Utara – Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok (Bapok) dan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Pulau Morotai, Samsul Bahri Radjab, menyampaikan bahwa distribusi kebutuhan masyarakat sejauh ini masih berjalan normal.

“Insya Allah aman semua,” ujar Samsul melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Jumat (8/5/2026).

Meski pasokan dipastikan aman, Samsul mengungkapkan adanya potensi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, khususnya beras dan MinyaKita, dalam waktu dekat.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga di tingkat pemasok dari Sulawesi Selatan, terutama di wilayah Kabupaten Sidrap.

“Begitu kapal tol laut masuk ada komoditi yang mengalami kenaikan seperti beras dan MinyaKita. Itu sudah pasti naik,” jelasnya.

Pemeriksaan LKPD 2025 Rampung, BPK Beri Catatan Penting ke Pemkot Ternate 

Ternate, Maluku Utara – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara memasuki hari terakhir pemeriksaan terinci Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Kota Ternate.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyebut pemeriksaan berlangsung selama sekitar 35 hari, sejak 6 April hingga 10 Mei 2026.

“Kurang lebih ada 35 hari pemeriksaan terinci yang tadi telah memasuki hari terakhir pemeriksaan, dimulai dari tanggal 6 April 2026 sampai 10 Mei 2026,” kata Rizal di kantor Walikota usai rapat bersama tim BPK, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, BPK memberikan sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti sebelum penetapan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), terutama untuk mendukung target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Dari hasil pemeriksaan terinci itu ada beberapa poin yang kemudian menjadi catatan bagi pemerintah kota untuk menjadi atensi. Kalau memang apa yang nanti menjadi catatan itu bisa kita selesaikan, bisa kita tanggapi, kemudian dari entitas tadi bisa kita rampungkan, paling tidak bisa mendorong juga target predikat WTP dari LKPD 2025 ini,” ujarnya.

Menurut Rizal, BPK menyoroti penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta responsivitas OPD selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Ada juga terkait kecukupan terhadap informasi yang diberikan dari data-data yang dikumpul oleh OPD dan yang paling penting di sini adalah bagaimana responsif dari OPD ketika pemeriksaan ini dilakukan,” ungkapnya.

Selain itu, tim pemeriksa juga menemukan sejumlah catatan pada aset daerah, belanja, hingga paket pekerjaan yang dinilai mengalami kekurangan volume.

“Tadi ada beberapa hal misalnya aset, kemudian beberapa poin belanja yang kemudian juga ada beberapa paket pekerjaan yang kurang volume. Itu menjadi catatan dari tim pemeriksa. Dari entitas temuan tadi selisihnya ada yang Rp 10 juta, ada yang Rp 9 juta,” jelas Rizal.

Pimpin Rapat TPID, Gubernur Sherly Ungkap Strategi Kendalikan Inflasi Malut

Sofifi, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan sejumlah strategi pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan yang digelar di Gamalama Ballroom, Bela Hotel, Ternate itu turut dihadiri Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Bank Indonesia Maluku Utara, Forkopimda, OJK, Bulog, Pertamina, serta para kepala daerah kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Sherly mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang berhasil menurunkan inflasi daerah secara signifikan.

“Per Mei 2026, inflasi year on year (y-on-y) kita berada di angka 2,03% dan year on tame (y-on-t) di angka 2,59 persen. Angka ini sudah berada di bawah standar nasional. Ini adalah hasil kerja keras seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas harga di Maluku Utara,” ujar Sherly.

Meski inflasi terkendali, ia menyoroti ketergantungan tinggi Maluku Utara terhadap pasokan pangan luar daerah. Sekitar 80 persen beras masih didatangkan dari luar wilayah, sementara komoditas ayam potong dan telur belum diproduksi secara mandiri.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah daerah tengah menyiapkan kerjasama investasi pengembangan lahan peternakan seluas 5–10 hektar. Targetnya, pada 2026 Maluku Utara sudah memiliki produksi ayam petelur sendiri guna menekan disparitas harga yang saat ini mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan Jawa dan Sulawesi.

Harga Tiket Pesawat hingga Pangan di Malut Diprediksi Naik

Ternate, Maluku Utara – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara mengingatkan potensi lonjakan inflasi menjelang periode Idul Adha 2026. Momentum hari besar keagamaan itu dinilai menjadi fase kritis yang secara historis selalu memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis di wilayah Maluku Utara.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan inflasi Provinsi Maluku Utara pada April 2026 tercatat sebesar 0,80 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2026 yang sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,54 persen (mtm).

“Seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate sebesar 0,94 persen (mtm), terutama didorong oleh kelompok transportasi akibat kenaikan harga Avtur, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” kata Handi di Bela Hotel Ternate, Jumat (8/5/2026).

Menurut Handi, periode Idul Adha selama ini selalu menjadi titik rawan tekanan inflasi karena meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok dan jasa transportasi. Sejumlah komoditas seperti ikan segar, cabai rawit, beras, hingga tarif angkutan udara diperkirakan mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan ke depan.

Erupsi Gunung Dukono: 17 Pendaki Selamat, 3 Masih Hilang 

Ternate, Maluku Utara – Basarnas Ternate melaporkan sebanyak 17 pendaki Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara berhasil selamat setelah erupsi gunung api aktif tersebut mengguncang kawasan pendakian. Namun hingga Jumat, 8 Mei 2026, tiga pendaki lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

Total pendaki yang tercatat berada di kawasan Gunung Dukono mencapai 21 orang. Mereka terdiri atas warga negara asing asal Singapura dan warga negara Indonesia yang melakukan aktivitas pendakian sebelum terjadi erupsi.

Humas SAR Ternate menyatakan para korban selamat telah berhasil dievakuasi dari area terdampak. Dari 17 pendaki yang selamat, tujuh di antaranya merupakan warga negara Singapura.

Mereka adalah Toh Yu Ming Eugene (30 tahun), Ong Shilin Selene, (37 tahun), Phoebe Lim (33 tahun), Loh Hui En Iris (31 tahun), Tan Jia Yi Geraldine (30 tahun), Lee Yi Xuan Venessa (30 tahun), serta Lim Shan De (29 tahun).

Sementara itu, delapan warga negara Indonesia yang dinyatakan selamat masing-masing bernama Bahtiar Badar (24 tahun), Yusril (23 tahun), Sahrul  (26 tahun), Ahmad (22 tahun), Hairudin (26 tahun), Fiki Nafila (27 tahun), Riska Isbar (29 tahun), dan Sudin Juanga (48 tahun).

Transaksi Senyap Terkuak, Oknum Anggota DPRD Halteng Diduga Kapling Lahan di Pulau Moor

Weda, Maluku Utara – Aktivitas pembelian lahan di Pulau Moor, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mulai menjadi sorotan publik. Di tengah rencana besar pemerintah daerah menjadikan kawasan itu sebagai destinasi wisata unggulan, muncul dugaan adanya transaksi tanah oleh sejumlah pihak yang diduga telah lebih dahulu mengetahui arah pengembangan wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya lima warga diduga terlibat dalam penjualan lahan di Pulau Moor. Mereka disebut menjualnya kepada seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah berinisial ZHA.

Sorotan terhadap aktivitas jual beli tanah itu menguat setelah Pulau Moor masuk dalam agenda pengembangan pariwisata daerah. Pulau seluas sekitar 3 kilometer persegi atau kurang lebih 300 hektar itu kini diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata strategis di Halmahera Tengah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, transaksi pembelian lahan diduga terjadi di sejumlah titik pesisir yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi. Aktivitas itu berlangsung bersamaan dengan proses perencanaan pengembangan kawasan wisata oleh pemerintah daerah.

Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya pihak tertentu yang telah lebih awal mengetahui potensi lonjakan nilai lahan di Pulau Moor seiring masuknya kawasan itu dalam proyek pengembangan wisata. Sebab, transaksi disebut berlangsung ketika sebagian masyarakat belum sepenuhnya mengetahui arah kebijakan pembangunan di wilayah tersebut.

Kondisi ini juga dinilai berpotensi menempatkan masyarakat lokal pada posisi rentan kehilangan kendali atas aset jangka panjang mereka. Jika proyek wisata berjalan sesuai rencana, nilai tanah di kawasan pesisir Pulau Moor diperkirakan meningkat tajam dalam beberapa tahun mendatang.

Di sisi lain, dugaan keterlibatan seorang anggota legislatif dalam pembelian lahan di kawasan yang masuk agenda strategis pemerintah memunculkan pertanyaan mengenai potensi benturan kepentingan. DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan pembangunan daerah, termasuk sektor pariwisata.

Rutan Weda Zero Narkoba dan HP Ilegal, Razia Besar Libatkan TNI-Polri

Weda, Maluku Utara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Weda mendeklarasikan perang terhadap peredaran handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di lingkungan pemasyarakatan, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan TNI, Polri, serta komunitas wartawan di Kabupaten Halmahera Tengah sebagai bentuk transparansi pengawasan publik di dalam rutan.

Usai pembacaan ikrar bersama, petugas gabungan langsung melakukan razia menyeluruh di sejumlah blok hunian warga binaan untuk memastikan tidak ada barang terlarang seperti handphone ilegal dan narkoba.

Selain razia, Rutan Weda juga menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada petugas dan warga binaan sebagai upaya pencegahan. Kegiatan dilanjutkan dengan tes urine bagi petugas maupun warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Weda, Effendi Abdullah, menyampaikan kondisi hunian saat ini berjumlah 93 orang dari kapasitas 150 orang, terdiri dari 10 tahanan dan 83 narapidana. “Dari total 93 penghuni tersebut, terdiri dari 10 tahanan dan 83 narapidana,” jelas Effendi, Jumat (8/5/2026).

Ia menambahkan, terdapat 20 warga binaan kasus narkoba, satu warga negara asing (WNA), serta empat orang residivis.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari program nasional penguatan pengawasan di lembaga pemasyarakatan. “Komitmen kami jelas, menciptakan Rutan Weda yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan,” tegasnya. (RJ/Red)

KM Uki Raya 04 Jadi Jalur Penyelundupan Captikus, Polres Ternate Gagalkan Peredaran

Ternate, Maluku Utara – Polisi mengamankan ratusan botol minuman keras tradisional jenis captikus dalam razia di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Jumat (8/5/2026). Barang ilegal tersebut ditemukan di atas KM Uki Raya 04 yang tiba dari Pelabuhan Manado.

Razia dilakukan personel Polsek Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani saat kapal sandar di pelabuhan. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sebanyak 216 botol captikus ukuran 600 mililiter yang diduga hendak diselundupkan ke Ternate.

Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo, mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah pelabuhan yang kerap menjadi jalur masuk barang ilegal.

“Penindakan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk distribusi barang ilegal,” kata IPDA Sudirjo.

Menurut dia, ratusan botol captikus itu ditemukan di Deck 1 kapal, tepat di samping pintu menuju Deck 2. Barang bukti disembunyikan di dalam kardus yang dilapisi karung kecil dan ditutupi tumpukan sayuran untuk mengelabui petugas.

Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Kawasan Pelabuhan Ahmad Yani untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga razia berakhir, polisi belum menemukan pemilik ratusan botol miras tersebut.

Sudirjo menegaskan Polres Ternate akan terus memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal yang masuk melalui jalur laut.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk peredaran miras ilegal. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan,” kata Sudirjo memungkas. (Riv/Red)

Inflasi Maluku Utara Tetap Stabil di Tengah Ancaman Global

Sofifi, Maluku Utara – Laju inflasi di Provinsi Maluku Utara pada April 2026 masih berada dalam koridor aman. Di tengah tekanan ekonomi global dan belum stabilnya distribusi energi, pemerintah daerah menilai kondisi harga kebutuhan pokok relatif terkendali.

Berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Ternate, inflasi Maluku Utara tercatat sebesar 2,03 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut tercermin dari kenaikan IHK dari 110,68 pada April 2025 menjadi 112,93 pada April 2026.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Maluku Utara meminta seluruh daerah tidak terlena dengan capaian tersebut. Stabilitas harga dinilai tetap rentan dipengaruhi gejolak distribusi dan dinamika ekonomi internasional.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengatakan kondisi inflasi daerah sejauh ini masih dalam posisi stabil. Namun kewaspadaan tetap harus diperkuat agar lonjakan harga tidak terjadi menjelang momentum hari besar keagamaan maupun akibat tekanan pasokan energi.

“Angkanya kita dalam posisi stabil. Sangat bersyukur kira-kira begitu, tapi ini tidak boleh membuat kita lengah karena inflasi terus berjalan,” ujar Sarbin usai menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Maluku Utara di Bela Hotel, Jumat (8/5/2026).

Menurut Sarbin, pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan pemantauan angka statistik. Pemerintah daerah harus aktif menjaga keseimbangan pasokan dan distribusi bahan pangan melalui operasi pasar serta inspeksi mendadak di pasar tradisional.

Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat kembali memanfaatkan lahan pertanian dan kebun untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

Di Balik Jeruji Rutan Weda, Chong Menemukan Cahaya Islam dan Kini Bernama Muhammad Abdullah

Haliyora.idPintu hidayah datang dengan cara yang seringkali tak terduga. Di sebuah ruang terbatas bernama rumah tahanan, seorang pria asal China justru menemukan keluasan batin yang mengubah seluruh jalan hidupnya.

Chong (45), warga negara asing yang tengah menjalani hukuman di Rutan Kelas II Weda, Maluku Utara, kini memiliki nama baru, Muhammad Abdullah. Nama itu dipilih setelah ia memutuskan memeluk agama Islam selama menjalani masa pidana kasus kepabeanan dan cukai.

Keputusan tersebut bukan lahir dari perdebatan panjang ataupun tekanan keadaan, melainkan tumbuh perlahan dari keseharian yang ia saksikan di balik jeruji besi.

Di dalam rutan, Chong hidup berdampingan dengan para warga binaan Muslim. Lima kali sehari ia mendengar lantunan azan, melihat para napi berwudhu, bersujud, lalu berdoa dengan khusyuk. Rutinitas religius yang sederhana itu diam-diam mengetuk rasa penasarannya.

Kepala Rutan Kelas II Weda, Effendi Abdullah, mengatakan proses perpindahan keyakinan itu berlangsung alami tanpa paksaan dari siapapun.

“Alhamdulillah, warga binaan ini mendapatkan hidayah dari Allah SWT dan memutuskan masuk Islam. Selama di dalam rutan, dia berbaur dengan warga binaan Muslim dan melihat langsung aktivitas ibadah yang mereka lakukan setiap hari,” ujar Effendi saat ditemui di Rutan Weda, Jumat (8/5/2026).

Menurut Effendi, suasana religius di lingkungan rutan menjadi jalan bagi Chong untuk mengenal Islam lebih dekat. Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi keyakinan.

“Tidak ada unsur paksaan. Semua murni dari keinginan sendiri. Sekarang dia bahkan sudah mulai belajar membaca Al-Qur’an,” tegasnya.

Bagi Chong, penjara yang semula menjadi ruang hukuman justru berubah menjadi ruang perenungan. Di tempat itu, ia bukan hanya menjalani vonis negara, tetapi juga mengalami perjalanan spiritual yang mengubah identitas dan cara pandangnya terhadap hidup.

Kasus yang menjeratnya bermula ketika aparat menemukan 26 botol minuman yang dibawanya dari Cina masuk ke Indonesia tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan. Pengadilan Soasio kemudian menjatuhkan hukuman dua tahun penjara. Hingga kini, ia telah menjalani sekitar 10 bulan masa tahanan di Rutan Kelas II Weda.

Namun di tengah keterasingan sebagai warga asing dan keterbatasan hidup di balik sel, Chong menemukan sesuatu yang tak ia bawa dari negerinya: ketenangan batin.

Kini, dengan nama Muhammad Abdullah, hari-harinya diisi dengan belajar mengeja huruf-huruf hijaiyah dan mengikuti aktivitas ibadah bersama warga binaan lainnya. Langkah kecil itu menjadi penanda sebuah perjalanan baru, bahwa di tempat paling sunyi sekalipun, manusia masih bisa menemukan cahaya.

Dalam banyak kisah kehidupan, hidayah memang kerap datang tanpa aba-aba. Ia mengetuk hati siapa saja, bahkan pada mereka yang tengah menjalani hari-hari paling berat dalam hidupnya. (*)

Erupsi Gunung Dukono: Dua Pendaki Asal Singapura Dilaporkan Tewas, Satu Hilang

Haliyora.id, Maluku Utara – Dua pendaki warga negara asing asal Singapura dilaporkan meninggal dunia setelah terdampak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat, 8 Mei 2026. Satu pendaki lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang di kawasan puncak gunung api aktif tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban meninggal masing-masing bernama Sahnaz dan Timo. Adapun seorang pendaki lain bernama Enjel belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan pendaki berada di sekitar kawasan kawah Gunung Dukono ketika aktivitas vulkanik meningkat dan memuntahkan material abu vulkanik serta batu pijar. Kondisi medan yang tertutup abu tebal dan cuaca di sekitar lokasi dilaporkan menyulitkan proses evakuasi.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, mengatakan aktivitas pendakian ke kawasan kawah sebenarnya telah ditutup sejak 17 April 2026 menyusul meningkatnya aktivitas gunung.

“Mulai tanggal 17 April 2026 kami sudah tidak mengizinkan adanya pendakian ke kawasan kawah Gunung Dukono. Untuk saat ini pendakian ke area kawah dengan radius 4 kilometer masih ditutup,” kata Bambang, Jumat (8/6/2026).

Menurut dia, para pendaki diduga memasuki kawasan gunung tanpa melapor ke pos pengamatan sehingga petugas tidak mengetahui jumlah pasti rombongan yang naik ke area puncak.

“Waktu mereka naik itu tidak melapor ke kami di pos, sehingga kami tidak mengetahui berapa jumlah pendaki yang berada di atas,” ujarnya.

Informasi mengenai adanya korban meninggal pertama kali diterima petugas dari rekan-rekan korban yang turun dari kawasan puncak dalam kondisi panik dan trauma.

Hingga kini, tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, dan relawan masih bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi dua jenazah korban sekaligus melakukan pencarian terhadap satu pendaki yang dilaporkan hilang. Situasi di sekitar Gunung Dukono dilaporkan masih berbahaya akibat aktivitas erupsi yang terus berlangsung. (RR/Red)

Breaking News: Erupsi Gunung Dukono Lukai 5 Pendaki, Evakuasi Dramatis Masih Berlangsung

Haliyora.id, Maluku Utara – Aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menimbulkan korban. Sedikitnya lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka akibat terdampak letusan saat berada di kawasan puncak gunung api aktif tersebut pada Jumat, 8 Mei 2026.

Hingga siang hari, proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan tim SAR gabungan di tengah ancaman erupsi susulan dan medan pendakian yang berat.

Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate sekitar pukul 08.55 WIT dari Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma. Dalam laporan itu disebutkan sejumlah pendaki terluka akibat erupsi dan membutuhkan pertolongan segera.

Tak lama setelah laporan diterima, sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin terdeteksi di koordinat kawasan puncak Gunung Dukono, memperkuat dugaan adanya kondisi darurat di lokasi pendakian.

Korpos SAR Tobelo Rudin mengatakan tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian sekitar pukul 09.10 WIT.

“Laporan dari Kepala Desa Mamuya menyebut ada pendaki mengalami luka-luka akibat erupsi dan meminta bantuan evakuasi,” kata Rudin, Jumat (8/5/2026).

KONI Taliabu Serahkan Perlengkapan IPSI untuk Persiapan Porprov V Malut

Bobong, Maluku Utara – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pulau Taliabu menyerahkan bantuan perlengkapan latihan kepada Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Taliabu sebagai bentuk dukungan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara di Kabupaten Halmahera Utara.

Bantuan yang diberikan berupa sejumlah perlengkapan penunjang latihan, mulai dari matras tanding, punching pad, samsak, hingga pemberat kaki. Sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan atlet pencak silat Taliabu menjelang ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ketua Umum KONI Kabupaten Pulau Taliabu, Arif Dermawan Mus, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen KONI dalam mendukung pembinaan atlet daerah agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Alhamdulillah, hari ini KONI Taliabu telah menyerahkan perlengkapan penunjang latihan silat. Semua ini disiapkan khusus untuk mendukung persiapan atlet kita menuju Porprov V Halut,” ujar Arif, Jumat (8/5/2026).

Menurut Arif, ketersediaan sarana dan prasarana latihan menjadi faktor penting dalam menunjang peningkatan prestasi atlet. Karena itu, ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para atlet dan pelatih selama pemusatan latihan berlangsung.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, khususnya Bupati Sashabila Mus, yang dinilai terus memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga di daerah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang selalu memberikan dukungan penuh bagi kemajuan olahraga di daerah ini, serta kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam penyediaan perlengkapan ini,” katanya.

Arif optimistis cabang olahraga pencak silat dapat menjadi salah satu penyumbang medali bagi Kabupaten Pulau Taliabu pada Porprov V mendatang. Dengan fasilitas latihan yang lebih memadai, ia menilai peluang atlet untuk tampil kompetitif semakin terbuka.

Kelengkapan latihan tersebut diharapkan mampu memacu semangat para pesilat dalam meningkatkan kemampuan teknik maupun fisik selama menjalani persiapan.

“Semoga bantuan ini membawa silat Taliabu meraih prestasi gemilang di Porprov nanti. Saya cukup yakin, insya Allah, pencak silat kita kedepannya mampu bersaing secara kompetitif di Provinsi Maluku Utara maupun di kancah nasional,” pungkasnya. (RHM)

Pilih Wilayah