Ternate, Maluku Utara – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara mengingatkan potensi lonjakan inflasi menjelang periode Idul Adha 2026. Momentum hari besar keagamaan itu dinilai menjadi fase kritis yang secara historis selalu memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis di wilayah Maluku Utara.
Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan inflasi Provinsi Maluku Utara pada April 2026 tercatat sebesar 0,80 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2026 yang sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,54 persen (mtm).
“Seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate sebesar 0,94 persen (mtm), terutama didorong oleh kelompok transportasi akibat kenaikan harga Avtur, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” kata Handi di Bela Hotel Ternate, Jumat (8/5/2026).
Menurut Handi, periode Idul Adha selama ini selalu menjadi titik rawan tekanan inflasi karena meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok dan jasa transportasi. Sejumlah komoditas seperti ikan segar, cabai rawit, beras, hingga tarif angkutan udara diperkirakan mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan ke depan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!