Erupsi Gunung Dukono: Dua Pendaki Asal Singapura Dilaporkan Tewas, Satu Hilang

Haliyora.id, Maluku Utara – Dua pendaki warga negara asing asal Singapura dilaporkan meninggal dunia setelah terdampak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat, 8 Mei 2026. Satu pendaki lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang di kawasan puncak gunung api aktif tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban meninggal masing-masing bernama Sahnaz dan Timo. Adapun seorang pendaki lain bernama Enjel belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan pendaki berada di sekitar kawasan kawah Gunung Dukono ketika aktivitas vulkanik meningkat dan memuntahkan material abu vulkanik serta batu pijar. Kondisi medan yang tertutup abu tebal dan cuaca di sekitar lokasi dilaporkan menyulitkan proses evakuasi.

BACA JUGA  Tim Dokter KPK Sudah Periksa Eks Gubernur Maluku Utara, Begini Kondisinya Sekarang

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, mengatakan aktivitas pendakian ke kawasan kawah sebenarnya telah ditutup sejak 17 April 2026 menyusul meningkatnya aktivitas gunung.

“Mulai tanggal 17 April 2026 kami sudah tidak mengizinkan adanya pendakian ke kawasan kawah Gunung Dukono. Untuk saat ini pendakian ke area kawah dengan radius 4 kilometer masih ditutup,” kata Bambang, Jumat (8/6/2026).

Menurut dia, para pendaki diduga memasuki kawasan gunung tanpa melapor ke pos pengamatan sehingga petugas tidak mengetahui jumlah pasti rombongan yang naik ke area puncak.

BACA JUGA  Seorang Kakek Tua Asal Maluku Tengah Ditemukan Meninggal di Terminal Gamalama Ternate

“Waktu mereka naik itu tidak melapor ke kami di pos, sehingga kami tidak mengetahui berapa jumlah pendaki yang berada di atas,” ujarnya.

Informasi mengenai adanya korban meninggal pertama kali diterima petugas dari rekan-rekan korban yang turun dari kawasan puncak dalam kondisi panik dan trauma.

Hingga kini, tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, dan relawan masih bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi dua jenazah korban sekaligus melakukan pencarian terhadap satu pendaki yang dilaporkan hilang. Situasi di sekitar Gunung Dukono dilaporkan masih berbahaya akibat aktivitas erupsi yang terus berlangsung. (RR/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah