Sofifi, Maluku Utara – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, menemukan sejumlah persoalan mendasar yang dikeluhkan masyarakat Desa Tolonuo, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, saat melaksanakan reses pada Selasa (12/5/2026).
Keluhan warga didominasi persoalan sektor perikanan dan keterbatasan layanan listrik yang hingga kini belum teratasi.
Dalam dialog bersama warga, Anwar, salah seorang masyarakat Desa Tolonuo, menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak di wilayah mereka adalah pembangunan fasilitas penunjang perikanan, terutama pemukiman nelayan dan cold storage.
Menurut dia, usulan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah, namun belum juga direalisasikan.
“Penunjang fasilitas perikanan, khususnya pemukiman Desa Nelayan dan Cold storage, karena ini sudah lama kami sampaikan ke Pemerintah hingga saat ini tak direalisasikan. Untuk itu, sebagai wakil rakyat agar dapat mengawal selama ini sejauh mana progresnya,” ungkap Anwar.
Selain sektor perikanan, warga juga mengeluhkan pelayanan listrik yang dinilai belum maksimal. Asis Kanaha mengatakan masyarakat Desa Tolonuo Selatan dan Tolonuo Induk hanya menikmati aliran listrik selama 12 jam dalam sehari.
“Jadi listrik kami di desa ini, dinyalakan pukul 18.00 Wit sampai 06.00 Wit. Artinya dinyalakan sore, pagi sudah mati. Sementara masyarakat inginkan 1×24 jam. Sudah kami tanyakan ke pihak PLN, tapi jawaban dari pihak PLN bahwa kalau dinyalakan 1×24 jam nanti Negara rugi. Alasan PLN tak mampu sediakan bahan bakarnya, karena tak sebanding dengan jumlah penduduk,” katanya.
Keterbatasan listrik itu, kata Asis, turut berdampak pada aktivitas pendidikan, terutama penerapan program berbasis digital di sekolah. “Tidak maksimal listrik juga menjadi kendala kami di sekolah, apalagi mengaktivasi program-program yang berbasis digital,” tandasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!