Daruba, Maluku Utara – Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Morotai masih mendalami laporan dugaan pembegalan uang Dana Desa milik Desa Tiley Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat, sebesar Rp 94 juta.
Uang tersebut sebelumnya dibawa oleh Bendahara Desa Tiley Pantai, YK alias Yoder, sebelum dilaporkan hilang dalam perjalanan pulang menuju desa.
Kasus itu kini menjadi perhatian penyidik karena polisi tidak hanya menyelidiki dugaan pencurian dengan kekerasan, tetapi juga membuka kemungkinan adanya unsur rekayasa dalam laporan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, IPTU Yakub Panjaitan, mengatakan pihaknya telah memeriksa Yoder selaku pelapor sekaligus korban dalam perkara itu.
“Laporan bendahara terkait pencurian dan kekerasan. Ia melaporkan bahwa uang desa yang dibawanya telah dicuri,” ujar IPTU Yakub kepada awak media di depan ruang Reskrim Polres Pulau Morotai, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima polisi, peristiwa itu terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang menuju Desa Tiley Pantai usai membawa uang tunai milik desa. Dalam perjalanan, korban mengaku dihadang oleh sejumlah orang tak dikenal lalu dirampok.
Namun demikian, penyidik belum langsung menyimpulkan adanya aksi begal sebagaimana pengakuan korban. Polisi kini melakukan pendalaman intensif dengan memeriksa sejumlah kemungkinan, termasuk mengumpulkan bukti pendukung di lapangan.
“Meskipun laporan telah diterima, pihak kepolisian tidak lantas menelan mentah-mentah keterangan pelapor. Saat ini, tim penyidik sedang melakukan kroscek lapangan untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut,” kata Yakub.
Menurut dia, penyidik juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sepanjang jalur yang dilalui korban untuk memastikan kronologi kejadian.
“Kami masih mendalami apakah ini murni pencurian atau ada unsur rekayasa (bohong-bohongan). Saat ini kami juga tengah mengecek rekaman CCTV di sepanjang jalur yang dilalui korban, karena pengakuannya ia dirampok saat perjalanan pulang dari tempat kerja menuju desa,” beber Yakub.
Hingga kini, polisi belum mengidentifikasi pelaku yang diduga terlibat dalam pembegalan tersebut. Korban juga mengaku tidak mengenali para pelaku karena situasi saat kejadian berlangsung.
“Korban melaporkan tidak mengenal siapa yang merampoknya, ia menyebut mereka sebagai OTK. Jadi, sejauh ini baru Bendahara (Yoder) yang kami periksa sebagai saksi pelapor,” pungkasnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!