Selain faktor Idul Adha, BI juga mencermati meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim haji dan periode wisuda yang ikut mendorong lonjakan permintaan, terutama pada sektor transportasi udara dan kebutuhan pangan.
“Keterbatasan pasokan di tengah meningkatnya permintaan dapat memicu tekanan harga yang lebih tinggi apabila tidak diantisipasi sejak dini,” ujar Handi.
Ia menilai kondisi tersebut perlu diwaspadai sejak sekarang agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat. Karena itu, BI Maluku Utara mendorong adanya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, distributor, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia.
Langkah antisipasi dinilai penting mengingat Maluku Utara masih menghadapi tantangan distribusi dan ketergantungan pasokan sejumlah bahan pangan dari luar daerah. Di sisi lain, kenaikan biaya transportasi udara turut memberi efek berantai terhadap harga barang dan jasa di wilayah kepulauan tersebut. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!