Kondisi Geografis dan Sinyal Internet Hambat Implementasi QRIS di Malut

- Editor

Kamis, 7 Maret 2024 - 16:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan

Ternate, Maluku Utara- Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara mengalami tantangan dan kendala cukup serius. Ini dikarenakan kondisi geografis di Provinsi Maluku Utara yang terdiri dari gugusan pulau.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan mengatakan kondisi Maluku Utara yang terdiri dari gugusan pulau inilah menyebabkan terhambatnya aksesibilitas serta pelaksanaan sosialisasi-edukasi secara langsung terkait QRIS kepada masyarakat. 

BACA JUGA  Fraksi Nasdem Soroti Capaian RPJMD di Pulau Terluar Kota Ternate

“Selain itu, infrastruktur telekomunikasi yang belum merata di Maluku Utara yang menghambat akses masyarakat terhadap internet, dan akses masyarakat terhadap handphone yang belum menyeluruh dimana berdasarkan data BPS tahun 2022 tingkat kepemilikan handphone di Maluku Utara masih berada di angka 61,58 persen,” kata Dwi, Kamis (7/3/2024). 

Meski begitu, lanjut Dwi, transaksi digital seperti penggunaan QRIS terus mencatatkan pertumbuhan positif. Tercatat hingga akhir Desember 2023, jumlah merchant di Maluku Utara telah mencapai 91.720 merchant dengan pertumbuhan tahunan sebesar 13,18 persen (yoy). 

“Selain itu dari sisi jumlah pengguna QRIS, di Maluku Utara per Desember 2023 tercatat sebanyak 75.657 pengguna atau meningkat sebesar 146 persen (yoy),” pungkasnya. (Rul/Red)

Berita Terkait

Kasus Suap Eks Gubernur Malut, KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM
Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir
Soal Kelanjutan Proyek LPT, Ini Pernyataan Plt Kadis Dikbud Maluku Utara
Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut
Kesal ke Pengelola PGM, Plt Kadisperindag Ternate Sebut Begini
Jumlah Pengungsi Banjir Halmahera Tengah Capai 1.726 Orang 
KPK Deadline Pemda Pulau Morotai 
PKB Terbitkan B1-KWK untuk 4 Cakada di Malut, Sisanya Termasuk Cagub Menyusul
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:44 WIT

Kasus Suap Eks Gubernur Malut, KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:20 WIT

Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:07 WIT

Soal Kelanjutan Proyek LPT, Ini Pernyataan Plt Kadis Dikbud Maluku Utara

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:00 WIT

Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:53 WIT

Kesal ke Pengelola PGM, Plt Kadisperindag Ternate Sebut Begini

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:25 WIT

KPK Deadline Pemda Pulau Morotai 

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:18 WIT

PKB Terbitkan B1-KWK untuk 4 Cakada di Malut, Sisanya Termasuk Cagub Menyusul

Rabu, 24 Juli 2024 - 18:34 WIT

Miris ! Pekerjaan Instalasi Listrik PGM Ternate ‘Bautang’, Vendor Ancam Blokir Aliran Listrik 

Berita Terbaru

Tim Kemensos saat menyalurkan bantuan ke korban banjir di Halmahera Tengah, Rabu  (24/7/2024).

Headline

Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir

Rabu, 24 Jul 2024 - 23:20 WIT

Piet Hein Babua dan Kasman Hi. Ahmad

Headline

Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut

Rabu, 24 Jul 2024 - 23:00 WIT

error: Konten diproteksi !!