Bobong, Maluku Utara – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 di Kabupaten Pulau Taliabu dibuka dengan satu pesan utama: pendidikan tak bisa lagi dipikul sendirian oleh negara.
Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, seremoni yang berlangsung di Bobong pada Senin (27/4/2026) itu menegaskan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam memperbaiki wajah pendidikan, terutama di wilayah terluar seperti Taliabu.
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, dalam sambutannya menyoroti bahwa selama ini pendidikan kerap dipersepsikan sebagai tanggung jawab pemerintah dan tenaga pendidik semata. Padahal, menurutnya, tantangan yang dihadapi daerah tidak mungkin diselesaikan tanpa gotong royong.
“Pendidikan adalah urusan kita semua, orang tua, guru, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Taliabu masih berhadapan dengan persoalan klasik pendidikan daerah: akses yang belum merata, kualitas pembelajaran yang timpang, hingga keterbatasan sarana dan prasarana.
Dalam konteks itu, tema “partisipasi semesta” menjadi lebih dari sekadar slogan tahunan. Ia berubah menjadi semacam panggilan kolektif untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.
Pemerintah daerah mengakui, tanpa keterlibatan aktif masyarakat, upaya peningkatan mutu pendidikan akan berjalan lambat. Terlebih, kondisi geografis Taliabu yang tidak sepenuhnya mudah dijangkau membuat distribusi layanan pendidikan menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang menentukan arah pembangunan daerah. Dari ruang-ruang kelas hari ini, kata Sashabila, akan lahir generasi yang memegang kendali masa depan Taliabu.
Karena itu, memastikan setiap anak mendapatkan akses belajar yang layak menjadi agenda yang tak bisa ditunda.
Ajakan pun diarahkan kepada masyarakat luas untuk mengambil peran lebih konkret, mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas sosial. Dukungan tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang tumbuh yang tidak hanya mendorong kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan daya saing.
Dalam kesempatan yang sama, apresiasi diberikan kepada para guru yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan di daerah. Di tengah keterbatasan, mereka tetap menjalankan peran strategis dalam mencerdaskan generasi muda.
Menutup sambutannya, Bupati secara resmi membuka rangkaian kegiatan Hardiknas ke-67 dengan harapan momentum ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
Lebih dari itu, Hardiknas diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi lintas sektor demi menghadirkan pendidikan yang benar-benar merata dan berkualitas.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-67 Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.
Di Taliabu, peringatan ini setidaknya mengingatkan satu hal yaitu pendidikan bukan sekadar program pemerintah, melainkan kerja bersama yang hasilnya baru terasa dalam jangka panjang. Ketika generasi yang hari ini belajar, kelak menentukan arah masa depan daerahnya. (RHM)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!