Sanana, Maluku Utara – Sejumlah siswa SMP penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, mengeluhkan menu makanan yang disajikan. Keluhan itu mencuat setelah beredarnya video berdurasi sekitar 10 menit 30 detik di tengah masyarakat pada Sabtu (6/6/2026).
Dalam video tersebut, seorang guru menyebut para siswa mulai bosan dengan menu yang disediakan karena dianggap kurang bervariasi dan didominasi pisang kepok rebus.
“Anak-anak buang pisang karena mereka bilang sudah bosan makan pisang. Semua serba pisang. Mereka tidak makan, mereka buang semua,” kata guru tersebut dalam rekaman video yang beredar.
Keluhan juga disampaikan oleh salah seorang siswa penerima manfaat program. Menurutnya, dari seluruh menu yang diberikan, susu menjadi satu-satunya sajian yang dianggap menarik. “Menu yang paling istimewa hanya susu,” ujar siswa itu.
Akibat menu yang dinilai monoton, sebagian siswa disebut memilih tidak mengonsumsi makanan yang dibagikan dan membuangnya.
Data yang diperoleh menunjukkan jumlah penerima manfaat Program MBG pada wilayah layanan SPPG Desa Kabau mencapai 777 orang. Sebanyak 588 orang di antaranya merupakan siswa, sementara 189 lainnya berasal dari kelompok penerima manfaat kategori 3B.
Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kepulauan Sula, Muhajrin Limatahu, meminta wartawan mengonfirmasi langsung kepada pihak dapur atau Kepala SPPG Kecamatan Sulabesi Barat.
“Kenapa tidak hubungi dari dapur?” kata Muhajrin melalui pesan WhatsApp.
Muhajrin mengaku telah berkoordinasi dengan pihak dapur terkait keluhan yang beredar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaksanaan program berjalan tanpa kendala. “Saya sudah telepon dapur, tidak ada masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kecamatan Sulabesi Barat, Gunawan Sibela, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan meski telah dikonfirmasi.
Keluhan siswa mengenai menu yang dinilai tidak variatif menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah itu kini mendapat sorotan terkait kualitas dan keragaman menu yang disajikan kepada penerima manfaat. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!