Daruba, Maluku Utara – Salah satu oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, berinisial VYS alias Viktor , diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Kasus yang terjadi pada 26 Mei 2026 itu baru mencuat ke publik setelah korban dan sejumlah saksi menyampaikan keterangan kepada awak media pada Jumat (5/6/2026).
Gentri, salah satu warga yang mengaku menjadi korban dalam kasus tersebut, mengatakan peristiwa bermula saat keponakannya bernama Lilo sedang mengamuk akibat persoalan internal keluarga.
Menurut Gentri, alih-alih melerai atau mencari tahu penyebab keributan, kepala desa justru diduga langsung memukul Lilo hingga mengalami luka di bagian mulut dan hidung. “Awalnya saya punya saudara punya anak ini marontak. Kepala desa tidak tanya dulu, langsung pukul sampai darah keluar dari mulut dan hidung,” kata Gentri.
Ia menyebut tindakan itu terjadi di hadapan sejumlah anggota keluarga yang berada di lokasi kejadian.
Melihat keponakannya dipukul, Gentri mengaku sempat emosi dan mengambil sebilah parang. Namun ia membantah melakukan penyerangan terhadap kepala desa.
“Saya spontan ambil parang dan tebas ke tanah, bukan ke kepala desa. Saya emosi karena kepala desa datang bukan menyelesaikan masalah, tapi malah pukul ponakan saya,” ujarnya.
Usai kejadian, Gentri mengaku dilaporkan ke Polsek Wayabula oleh kepala desa dengan tuduhan hendak membacok. Ia kemudian ditahan selama tiga hari. “Karena laporan kepala desa, saya ditahan tiga hari di Polsek Wayabula. Padahal saya tidak pernah potong atau bacok kepala desa,” katanya.
Gentri juga mengaku diminta membayar uang sebesar Rp 5 juta setelah keluar dari tahanan. “Setelah keluar dari sel, kepala desa minta saya bayar Rp 5 juta. Katanya harus dibayar,” ungkapnya.
Keterangan serupa disampaikan Vivi, warga yang mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut. Menurutnya, Gentri tidak melakukan tindakan pembacokan sebagaimana yang dituduhkan.
“Parang itu hanya ditebas ke tanah, bukan ke kepala desa. Tuduhan itu tidak benar,” kata Vivi.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Tutuhu Viktor Yahya Sadaro belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan media belum mendapat respons. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!