Proyek Era Haji Bur Senilai Rp 148 Miliar Kehilangan Fungsi, Akademisi Soroti Pemerintahan Tauhid

Ternate, Maluku Utara – Satu per satu proyek strategis peninggalan almarhum mantan Wali Kota Ternate dua periode, Burhan Abdurahman, mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah fasilitas yang dibangun menggunakan ratusan miliar rupiah APBD kini disebut mengalami penurunan fungsi, rusak, hingga minim aktivitas pada masa pemerintahan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman.

Akademisi Universitas Khairun Ternate, Muamil Sunan, menilai lemahnya pengelolaan aset daerah membuat sejumlah proyek strategis yang dahulu menjadi simbol kemajuan Kota Ternate perlahan kehilangan fungsi utamanya.

“Bangunan besar, anggaran besar, tapi kosong aktivitas. Uang rakyat habis, manfaatnya belum jelas,” kata Muamil kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Sorotan itu muncul setelah sebelumnya Wali Kota Ternate Tauhid Soleman menyampaikan komitmen menjaga dan melanjutkan legacy pembangunan almarhum Burhan Abdurahman saat pemulangan jenazah dari Makassar ke Ternate pada 12 Mei 2026.

Namun memasuki periode kedua pemerintahan Tauhid Soleman, sejumlah aset strategis justru dinilai tidak mendapat perhatian serius.

Beberapa proyek yang kini menjadi sorotan antara lain Pasar Syariah Bahari Berkesan di Kelurahan Sasa, Plaza Gamalama Modern, GOR Sport Hall Ubo-Ubo, Landmark Kota Ternate hingga Panggung Kesenian Pulau Hiri.

BACA JUGA  Hasan Bay Akui Kantongi Dukungan Partai Golkar di Pilwako Ternate

Adapun pasar Syariah Bahari Berkesan yang dibangun sejak 2013 menjadi salah satu proyek awal era Burhan Abdurahman. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 8,7 miliar melalui APBD Kota Ternate.

Saat dioperasikan pada 2015, pasar tersebut diproyeksikan menjadi pusat perdagangan berbasis syariah pertama di Kota Ternate. Namun kini aktivitas perdagangan disebut jauh menurun dan kawasan pasar kehilangan geliat ekonomi.

Sejumlah fasilitas terlihat mengalami penurunan kondisi akibat minim pengelolaan dan perawatan.

Sorotan terbesar tertuju pada Plaza Gamalama Modern. Proyek multiyears yang dibangun sejak 2017 hingga 2021 itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 92,5 miliar APBD.

Gedung yang dirancang sebagai pusat perdagangan modern tersebut kini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Sejumlah fasilitas bahkan dilaporkan mulai mengalami kerusakan.

Ironisnya, Pemerintah Kota Ternate kembali mengalokasikan anggaran renovasi sebesar Rp 1,5 miliar melalui APBD Perubahan 2025 untuk perbaikan gedung dan penataan kawasan luar.

Kondisi itu memicu kritik publik terhadap perencanaan dan pengelolaan aset daerah.

Kondisi serupa juga terjadi pada GOR Sport Hall Ubo-Ubo yang dibangun melalui proyek multi years 2018-2020 dengan nilai anggaran sekitar Rp 27 miliar hingga Rp 31 miliar.

BACA JUGA  Pj Gubernur Malut Beri Pesan Menohok di Peringatan Hari Pahlawan

Fasilitas olahraga yang sebelumnya diproyeksikan menjadi pusat event regional itu kini disebut minim aktivitas dan tidak difungsikan maksimal.

Sementara itu, Landmark Kota Ternate yang dibangun dengan anggaran Rp 15 miliar masih ramai dikunjungi masyarakat. Namun sejumlah fasilitas penunjang mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan pembenahan serius.

“Pemerintah hanya menikmati ramainya kawasan landmark tanpa memperhatikan kualitas fasilitas publik di dalamnya,” ujar Muamil.

Selain itu, ada juga Panggung Kesenian Pulau Hiri yang dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar juga disebut mulai kehilangan fungsi.

Fasilitas yang awalnya dirancang mendukung Festival Pulau Hiri sebagai agenda wisata tahunan kini jarang digunakan dan mengalami penurunan kondisi akibat minim perhatian pemerintah daerah.

Jika ditotalkan, nilai proyek-proyek tersebut mencapai lebih dari Rp 148 miliar APBD.

Besarnya anggaran yang telah dihabiskan kini memicu pertanyaan publik terkait arah pengelolaan aset daerah di bawah pemerintahan saat ini. Publik berharap Pemerintah Kota Ternate tidak lagi fokus pada pembangunan proyek baru semata, tetapi mulai serius menyelamatkan aset strategis yang telah dibangun menggunakan uang rakyat. (RFN/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah