Ternate, Maluku Utara – Pengurus Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Kota Ternate, Erwinto M, mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif pasca pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VI KBPP Polri 2026.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul munculnya berbagai dinamika internal organisasi yang berkembang setelah Munas, termasuk dugaan penggiringan opini di sejumlah daerah.
Menurut Erwinto, dinamika pasca-Munas merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar. Namun demikian, ia mengingatkan seluruh kader agar tidak mudah terpancing oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Sebagai keluarga besar KBPP Polri, kami mengimbau seluruh pengurus dan masyarakat agar tetap tenang, bijak menyikapi informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh opini yang dapat memperkeruh suasana,” ujar Erwinto M, Jumat (29/5/2026).
Munas VI KBPP Polri sendiri dibuka di Jakarta pada 15 Mei 2026. Sementara agenda pemilihan kepengurusan berlangsung pada 20 hingga 21 Mei 2026 di Mabes Polri.
Pasca pelaksanaan Munas, sejumlah tanggapan dan dinamika organisasi mulai bermunculan di berbagai daerah, termasuk di Maluku Utara dan Kota Ternate.
Dalam kesempatan itu, Erwinto juga menyampaikan ucapan selamat kepada AH Bimo Soeryono yang terpilih sebagai Ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031.
“Kami dari KBPP Polri Resor Ternate mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak AH Bimo Soeryono,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi menjadi lebih solid, aktif, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Kami berharap organisasi ini terus tumbuh menjadi wadah yang solid, aktif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Erwinto berharap kepemimpinan baru dapat memberikan penguatan organisasi hingga ke tingkat daerah, khususnya bagi KBPP Polri di wilayah Polda Maluku Utara.
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mendorong roda organisasi berjalan lebih profesional tanpa meninggalkan semangat persaudaraan di internal KBPP Polri.
Sebagai penutup, Erwinto meminta seluruh pihak menghormati mekanisme organisasi dan menyerahkan seluruh proses sesuai aturan yang berlaku.
“Saya saya (kami), persatuan dan solidaritas adalah harga mati demi menjaga nama baik KBPP Polri di mata masyarakat,” tandasnya. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!