Ternate, Maluku Utara – Aroma rempah khas Maluku Utara siap menguat hingga ke jantung ibu kota. Pemerintah Kota Ternate mematangkan persiapan untuk tampil dalam festival seni budaya dan kuliner yang akan digelar di Hotel Borobudur Jakarta pada 21–31 Mei 2026.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah sajian kuliner berbasis rempah, khususnya olahan cengkeh afo, rempah legendaris yang menjadi identitas Ternate sebagai kota rempah dunia.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan bahwa kesiapan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
“Produk UMKM sudah melalui proses kurasi secara selektif, terutama yang berkaitan dengan gastronomi sebagai turunan dari city branding Ternate sebagai kota rempah,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Produk-produk yang akan ditampilkan tidak hanya kuliner, tetapi juga hasil kriya seperti batik tenun khas Ternate yang sarat nilai budaya.
Festival ini dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkenalkan Ternate ke panggung global. Lokasi acara di Hotel Borobudur yang dikenal sebagai salah satu destinasi menginap favorit wisatawan mancanegara menjadi nilai tambah tersendiri.
Menurut Rizal, kehadiran pengunjung internasional membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk lokal, khususnya sektor kuliner berbasis rempah. “Ini kesempatan besar untuk memperkenalkan Ternate di kancah internasional,” katanya.
Daya tarik utama lainnya adalah kehadiran chef lokal yang akan menyajikan langsung hidangan khas Ternate. Salah satu yang disiapkan adalah menu dari rumah makan berbasis rempah, termasuk olahan cengkeh afo.
Nama Ibu Norma bahkan secara khusus diminta oleh pihak hotel untuk hadir selama festival berlangsung.
Ia dijadwalkan menyajikan berbagai hidangan bercita rasa rempah langsung di restoran hotel, menghadirkan pengalaman kuliner autentik bagi para pengunjung.
Hingga akhir Maret, persiapan partisipasi Ternate telah mencapai sekitar 70 persen. Fokus utama saat ini adalah finalisasi produk yang akan dipamerkan dan memastikan kualitas penyajian tetap terjaga.
Pemerintah optimistis, kehadiran menu berbasis cengkeh afo dan produk UMKM unggulan mampu memperkuat posisi Ternate sebagai kota rempah di mata dunia.
Cengkeh afo bukan sekadar bahan masakan, tetapi juga simbol sejarah panjang perdagangan rempah yang pernah menghubungkan Ternate dengan dunia internasional.
Melalui festival ini, Ternate tidak hanya menjual rasa, tetapi juga cerita, tentang warisan, budaya, dan identitas yang terus hidup dalam setiap sajian. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!