Ternate, Haliyora.com
Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate mulai Jumat (29/05/2020) telah dijabat Dr Jusuf Sunya menggantikan Thamrin Alwi. Walikota Ternate Burhan Abdurahman telah melantik Jusuf Sunya di Aula Kantor Walikota Ternate, Jumat pagi.
Saat diwawancarai awak media usai pelantikan, Jusuf mengatakan tugas sebagai Sekkot adalah bagian dari amanah dan sekalian musibah. “Karena ini adalah pekerjaan pertama saya sebagai Sekda maka saya akan melakukan penataan birokrasi dan bagaimana membangun kolaborasi bersama SKPD,” ucapnya.
Sebagai administrator, seorang Sekkot kata Jusuf, bertugas mengorganisir OPD (organisasi perangkat daerah). “Saya menginginkan birokrasi ini lebih solid dan lebih kuat. Bersama kita lebih kuat,” ucap mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Ternate itu.
Lanjut Jusuf Sunya, Kedepan akan menghadapi dua agenda besar yaitu menuntaskan pendemi covid-19 dan Pilkada serentak tahun 2020. “Karena ini adalah waktu yang tidak terlalu lama, maka kita juga butuh kebersamaan semua elemen termasuk rekan-rekan media agar kita sama-sama bisa menuntaskan agenda ini. Karena Ternate ini milik semua orang maka kita butuh pelayanan kepada publik sebaik mungkin,” katanya.
Lalu bagaimana sikapnya terhadap OPD yang terang-terangan tidak lagi kompak? “Saya melihat itu adalah sebuah dinamika karena ASN juga memiliki hak politik makanya itu kita harus melihat dan melakukan rapat supaya ada kesepahaman agar supaya konsolidasi birokrasi ini lebih solid dan lebih baik,” kata alumnus Lemhanas itu.
Atas perbedaan itu pula dianggap bagian rahmat. “Saya kira ini persoalan cara pandang. Kalau aturan menghendaki, maka harus ditegakkan,” tegasnya.
Lalu bagaimana triknya mendisiplinkan ASN? “Saya kira kita punya regulasi yang jelas. ASN dilarang terlibat politik praktis akan tetapi juga memiliki hak politik yaitu hak memilih sehingga nantinya kita melihat aturan yang fleksibel. Nanti ada tim yang dibentuk untuk melakukan pemantauan,” lugasnya.
Terakhir, dirinya berharap semua pihak dapat fleksibel dan dinamis melihat beragam fenomena yang kerap terjadi. “Bagimana pun ASN butuh ruang dan pola baru supaya mereka bisa taat pada aturan,” tutup Jusuf Sunya. (Sam)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!