Ternate, Maluku Utara – Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara bersama Ketua DPRD Maluku Utara melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob di Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap proyek yang dibiayai melalui hibah Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Peninjauan juga dihadiri pihak kontraktor pelaksana, CV Rajawali.
Ketua DPRD Maluku Utara, Ikbal Ruray, mengatakan pembangunan yang saat ini berjalan merupakan pekerjaan tahap kedua setelah proyek sebelumnya tidak dapat diselesaikan oleh kontraktor pada tahap awal.
“Hari ini kami melakukan pengecekan langsung pembangunan infrastruktur Mako Brimob yang sumber anggarannya berasal dari hibah pemerintah provinsi. Pekerjaan yang berjalan saat ini merupakan tahap kedua,” ujar Ikbal.
Menurut dia, paket pekerjaan tersebut meliputi pembangunan gedung utama Mako Brimob, satu unit rumah dinas, pagar keliling, serta pemasangan paving block di seluruh area kompleks.
Dengan progres yang terus berjalan, DPRD optimistis proyek tersebut dapat dirampungkan sesuai target pada September hingga Oktober 2026. “Kalau melihat progres saat ini, pembangunan gedung ini kemungkinan bisa selesai pada September atau Oktober mendatang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ikbal juga menyoroti regulasi terkait dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan fasilitas milik lembaga vertikal. Ia menyebut terdapat aturan baru yang membatasi pembangunan infrastruktur lembaga vertikal menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Namun demikian, menurutnya pemerintah daerah tetap perlu mencari solusi agar kebutuhan sarana dan prasarana instansi vertikal tetap dapat terpenuhi tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
“Ke depan dalam pembahasan APBD pemerintah provinsi tidak boleh keliru. Tetapi di sisi lain, dengan keterbatasan anggaran lembaga vertikal, pemerintah daerah juga harus hadir membantu dengan tetap memperhatikan aturan,” ujarnya.
DPRD Maluku Utara juga meminta kontraktor mempercepat penyelesaian pekerjaan mengingat lokasi proyek berada di pusat Kota Ternate dengan akses material dan tenaga kerja yang relatif mudah.
“Harapan kami proyek ini bisa segera diselesaikan karena berada di Kota Ternate dan didukung sekitar 60 tenaga kerja,” kata Ikbal.
Sementara itu, Direktur CV Rajawali, Efans, mengungkapkan progres fisik pembangunan saat ini telah mencapai 34 persen dari total nilai kontrak sebesar Rp 11,187 miliar, bersumber dari APBD 2026.
Menurutnya, kondisi cuaca sejauh ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.
“Saat ini fokus pekerjaan berada pada pemasangan atap agar pekerjaan di bagian bawah bangunan dapat segera dikerjakan dan diselesaikan,” tandasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!