Berusia 23 Tahun, Sula Masuk Tiga Terbawah di Maluku Utara: Tiga Kelompok Ini Jadi PR Besar

Sanana, Maluku Utara – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kepulauan Sula masih menunjukkan tren stagnan dalam satu dekade terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap sejumlah indikator utama pembangunan manusia di daerah tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional, mulai dari angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kepala Subbagian Umum BPS Kabupaten Kepulauan Sula, Rahmat Buamonabot, mengatakan kualitas hidup masyarakat Sula masih menghadapi berbagai tantangan mendasar yang berdampak langsung terhadap capaian IPM daerah.

Menurut data BPS, angka harapan hidup laki-laki di Kepulauan Sula berada pada kisaran 65 tahun, sedangkan perempuan sekitar 69 tahun. Angka tersebut masih jauh tertinggal dibanding rata-rata nasional yang mencapai sekitar 79 tahun untuk laki-laki dan 83 tahun untuk perempuan.“Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kesehatan yang diterima masyarakat masih perlu ditingkatkan agar mampu mendekati rata-rata nasional,” kata Rahmat saat Dialog Refleksi 23 Tahun Kabupaten Kepulauan Sula, Rabu (3/6/2026) malam.

BACA JUGA  KPU Pulau Taliabu Tetapkan DPS untuk Pilkada 2024

Rendahnya angka harapan hidup menjadi salah satu faktor yang menahan laju peningkatan IPM Kabupaten Kepulauan Sula. Hingga 2025, IPM daerah ini tercatat sebesar 68,69 dan masih berada dalam kategori sedang.

“Dalam kurun waktu yang panjang, IPM Sula masih berada pada level sedang. Ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia masih perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, BPS mencatat harapan lama sekolah mencapai 13,69 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir pada 2025 berpotensi mengenyam pendidikan hingga jenjang awal perguruan tinggi apabila akses dan fasilitas pendidikan tersedia secara memadai.

Namun, kondisi tersebut belum tercermin pada tingkat pendidikan masyarakat saat ini. Rata-rata lama sekolah penduduk Kepulauan Sula baru mencapai 9,63 tahun atau setara pendidikan SMP hingga awal SMA.

BACA JUGA  Pemprov Malut Siapkan Dana Rp 61 Miliar Renovasi Sekolah Rusak

Meski demikian, tingkat melek huruf masyarakat tergolong tinggi. BPS mencatat sekitar 95 persen penduduk telah mampu membaca dan menulis, sementara sekitar lima persen lainnya masih tergolong buta huruf.

Pada aspek ekonomi, pengeluaran per kapita masyarakat menunjukkan tren meningkat dalam lima tahun terakhir. Data BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita naik dari sekitar Rp 5 juta pada 2021 menjadi Rp 8 juta pada 2025.

Kendati mengalami kenaikan, posisi Kepulauan Sula masih berada di kelompok terbawah di Provinsi Maluku Utara dalam indikator kesejahteraan tersebut. Kabupaten ini tercatat berada di tiga posisi terbawah bersama Kabupaten Pulau Taliabu dan Kabupaten Pulau Morotai.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula jika ingin keluar dari kategori IPM sedang dan mengejar ketertinggalan dari rata-rata nasional. (RMT/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah