Bobong, Maluku Utara – Proyek pemeliharaan rutin berkala ruas Jalan Bota-Kawalo (Gunung Sampe) di Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, segera memasuki tahap pelaksanaan setelah proses kontrak pekerjaan selesai dilakukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pulau Taliabu, Ahmad Tahir, mengatakan proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp 400 juta tersebut telah selesai ditenderkan dan dimenangkan oleh CV Teluk Tambelu.
Menurut Ahmad, pihak kontraktor saat ini telah melakukan mobilisasi peralatan ke lokasi pekerjaan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek.
“Untuk proyek Gunung Sampe dalam waktu dekat sudah mulai dikerjakan. Kontraknya sudah selesai dan berdasarkan konfirmasi terakhir, rekanan sudah melakukan mobilisasi alat ke lokasi,” kata Ahmad Tahir kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Selain proyek pemeliharaan ruas Jalan Bota-Kawalo, Ahmad mengungkapkan dua paket pekerjaan jalan lainnya juga telah menyelesaikan proses tender dan telah memiliki pemenang.
Kedua proyek tersebut adalah pembukaan ruas Jalan Tabona-Sofan-Losseng serta pembangunan ruas Jalan Bobong-Dufo (Butas).
Paket pembukaan ruas Jalan Tabona-Sofan-Losseng dimenangkan oleh CV Barakat Laha Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp6,5 miliar. Sementara proyek ruas Jalan Bobong-Dufo dimenangkan oleh PT Tumbu Hidup Bersama (THB) dengan nilai kontrak mencapai Rp2 miliar.
Meski demikian, kedua proyek tersebut masih dalam tahap evaluasi dokumen dan verifikasi kesiapan pelaksana sebelum penandatanganan kontrak dilakukan.
“Kami masih melakukan evaluasi dokumen termasuk kesiapan rekanan. Tujuannya untuk memastikan perusahaan benar-benar siap melaksanakan pekerjaan. Setelah itu baru kontrak dibuat,” ujarnya.
Ia memastikan ketiga paket pekerjaan tersebut akan segera berjalan dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan konektivitas dan akses transportasi masyarakat di Pulau Taliabu.
Sementara itu, untuk proyek peningkatan jalan dalam Kota Bobong serta pembangunan lanjutan Jembatan Fangahu, saat ini masih berada dalam tahapan proses tender.
Pemerintah daerah berharap seluruh proyek infrastruktur yang telah direncanakan pada tahun anggaran 2026 dapat berjalan sesuai jadwal guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!