Dubes China dan Menteri Transmigrasi Tinjau Industri Kelapa Malut, Hilirisasi Jadi Fokus

Sofifi, Maluku Utara – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan komoditas kelapa di Maluku Utara memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industrialisasi dan hilirisasi nasional berbasis kawasan transmigrasi.

Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Wang Lutong, dalam kunjungan kerja ke PT Natural Indococonut Organik di Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka peluang investasi dan memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kawasan transmigrasi, khususnya di sektor pertanian dan industri pengolahan hasil perkebunan.

Setibanya di Maluku Utara, Menteri Transmigrasi dan Duta Besar China disambut Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, serta Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad. Prosesi penyambutan diawali dengan pengalungan syal sebagai simbol penghormatan adat setempat.

BACA JUGA  Longsor Tutupi Separuh Badan Jalan di Tanjakan Wonge Halmahera Utara

Dalam keterangannya, Iftitah mengatakan kelapa merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi.

Ia menyebut Kementerian Transmigrasi mendapat mandat untuk mempercepat industrialisasi dan hilirisasi sebagai bagian dari program prioritas pemerintah.

“Sesuai instruksi Presiden melalui Asta Cita, Kementerian Transmigrasi ditugaskan mempercepat industrialisasi dan hilirisasi kawasan transmigrasi,” kata Iftitah.

Menurutnya, pengembangan industri kelapa tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, tetapi juga pada pengolahan berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Produk-produk tersebut antara lain minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO), santan, gula kelapa, nata de coco, arang dan briket tempurung, cocopeat, serat sabut, hingga bahan baku pangan dan kosmetik. Pemerintah juga berupaya memperkuat sistem pascapanen serta memperluas akses pasar domestik dan ekspor.

BACA JUGA  Kasus MCK Fiktif, Kuasa Hukum Supraydno Nilai Kejari Taliabu Tebang Pilih 

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyambut baik dukungan pemerintah pusat dan kerja sama yang dijajaki bersama Republik Rakyat Tiongkok.

Menurutnya, program hilirisasi kelapa berpotensi meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Industrialisasi dan hilirisasi akan meningkatkan harga jual kelapa serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi juga memperkenalkan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP), yang merupakan bagian dari transformasi program transmigrasi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kerja sama internasional. (RS/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah