Sofifi, Maluku Utara – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara mempercepat penanganan sejumlah infrastruktur strategis di Maluku Utara. Selain memastikan perbaikan Jembatan Akelamo di Kota Tidore Kepulauan berjalan sesuai target, BPJN juga mengidentifikasi tujuh titik longsor yang mengancam ruas jalan nasional Payahe-Weda.
Kepala BPJN Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, turun langsung meninjau progres pekerjaan Jembatan Akelamo di Kota Tidore Kepulauan, Rabu, 3 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses perbaikan berlangsung sesuai rencana sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.
Dalam peninjauan itu, Abdul Hamid didampingi Kepala Seksi Preservasi,
Kasatker Wilayah II, serta sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan nasional di Maluku Utara.
Jembatan Akelamo dinilai memiliki peran vital karena menjadi salah satu infrastruktur utama yang mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas kawasan Sofifi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara.
“Saat ini pekerjaan perbaikan masih berlangsung dan dikerjakan oleh pihak rekanan pelaksana. BPJN Maluku Utara terus melakukan pengawasan agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek kualitas dan keselamatan konstruksi,” ujar Abdul Hamid dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, percepatan penyelesaian proyek menjadi prioritas agar aktivitas transportasi masyarakat dapat kembali normal dan tidak mengganggu roda perekonomian maupun pelayanan publik.
Selama proses pekerjaan berlangsung, arus kendaraan sementara dialihkan melalui Jalan 40. Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus memberikan ruang kerja yang aman bagi pelaksana proyek.
“Selama proses perbaikan berlangsung, arus lalu lintas untuk sementara dialihkan melalui Jalan 40. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan pekerjaan agar dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.
BPJN Maluku Utara juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu dan petunjuk lalu lintas yang telah dipasang di sekitar lokasi pekerjaan guna menghindari risiko kecelakaan.
Selain meninjau Jembatan Akelamo, Abdul Hamid bersama tim juga melakukan inspeksi lapangan di ruas jalan nasional Payahe-Weda yang menghubungkan Kota Tidore Kepulauan dengan kawasan industri dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Tengah.
Hasil pemantauan menunjukkan terdapat sedikitnya tujuh titik longsor yang membutuhkan penanganan karena berpotensi mengganggu kelancaran arus transportasi dan membahayakan pengguna jalan.

Ruas Payahe-Weda selama ini menjadi salah satu koridor logistik penting di Maluku Utara, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang menuju kawasan industri strategis di Halmahera Tengah.
“Terkait titik-titik longsor yang berada di ruas Payahe-Weda, kami telah mengidentifikasi tujuh lokasi. Dua titik akan segera ditangani secara permanen tahun ini, sementara lima titik lainnya akan ditangani sementara sambil menunggu proses pengusulan penanganan permanen pada tahun 2027,” ujar Abdul Hamid.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur jalan nasional sekaligus memastikan konektivitas antar wilayah tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi Maluku Utara.
Dengan perbaikan Jembatan Akelamo dan penanganan titik-titik longsor di ruas Payahe-Weda, BPJN Maluku Utara berharap akses transportasi masyarakat dapat tetap terjaga, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!