Sofifi, Maluku Utara – Keluhan warga Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, yang bertahun-tahun hidup dalam ancaman banjir akhirnya mendapat perhatian serius. Aspirasi itu mencuat saat anggota DPRD Maluku Utara, Machmud Esa, menggelar reses di kantor kelurahan setempat pada Jumat, 15 Mei 2026.
Warga RT 04 dan RT 05 menyampaikan keresahan mereka terkait banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur Kota Ternate. Kondisi itu bahkan kembali terjadi hanya dua hari setelah agenda reses berlangsung.
Mendapat laporan dari Lurah Akehuda, Farida Saleh, Machmud langsung turun menemui warga terdampak. Politikus daerah pemilihan Ternate-Halmahera Barat itu kemudian berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara untuk mencari solusi penanganan banjir yang hingga kini belum terselesaikan.
Pada Jumat (22/5/2026), Machmud bersama tim BWS Maluku Utara melakukan peninjauan lapangan di kawasan terdampak. Kegiatan itu sekaligus diisi dengan pengukuran dan identifikasi penyebab utama banjir.
“Ini tanggung jawab saya sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Dapil Ternate dan Halmahera Barat,” kata Machmud Esa saat diwawancarai Haliyora.id di sela-sela kunjungan lapangan.
Menurut Machmud, warga Akehuda sudah terlalu lama menjadi “langganan banjir” tanpa adanya solusi konkret dari pihak terkait. Saat reses berlangsung, kata dia, masyarakat bahkan melampiaskan kekecewaan karena berbagai instansi sebelumnya telah berulang kali melakukan peninjauan, tetapi persoalan banjir tak kunjung tertangani.
Machmud menilai keterlibatan BWS Maluku Utara penting karena persoalan drainase dan aliran air di Kota Ternate berkaitan dengan kewenangan pengelolaan wilayah sungai.
“Keluhan masyarakat membutuhkan penanganan serius dan cepat. Karena itu saya langsung berkoordinasi dengan BWS agar ada langkah nyata,” ujarnya.
Ia berharap survei lapangan yang dilakukan dapat segera menemukan titik persoalan utama sehingga solusi permanen bisa dirumuskan dan warga tidak lagi dihantui banjir setiap musim hujan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelaksanaan BWS Maluku Utara, Jainal, mengatakan pihaknya masih melakukan identifikasi awal terhadap penyebab genangan di sejumlah titik di Kelurahan Akehuda.
Menurut Jainal, secara visual dimensi saluran air di kawasan tersebut sebenarnya cukup besar. Namun, tim masih perlu melakukan pengukuran lanjutan untuk memastikan faktor utama penyebab banjir.
“Kami sedang melakukan identifikasi awal dan pengukuran untuk mengetahui penyebab utama daerah ini terdampak banjir, sehingga ke depan bisa ditentukan solusi penanganannya,” katanya.
Di lokasi yang sama, Lurah Akehuda, Farida Saleh, menduga perubahan alur drainase menjadi salah satu faktor utama banjir yang terus berulang.
Ia menjelaskan, setelah pembangunan runway bandara dan perubahan saluran air sejak 2014, aliran air tidak lagi langsung menuju pantai, melainkan berbelok ke kawasan permukiman warga.
Selain itu, RT 04 dan RT 05 juga menerima limpahan air dari wilayah yang lebih tinggi, termasuk dari Kelurahan Tubo dan kawasan sekitar Universitas Khairun.
“Kami menerima kiriman air dari daerah ketinggian, sehingga saat hujan deras semua masuk ke RT 4 dan RT 5,” ujar Farida.
Farida mengapresiasi langkah cepat Machmud Esa yang dinilainya berbeda dari pola penanganan sebelumnya. Menurut dia, baru kali ini ada anggota DPRD yang tidak hanya menyerap aspirasi warga saat reses, tetapi langsung turun dan bergerak mencari solusi.
“Baru pertama kali ada anggota DPRD yang reses bertemu langsung dengan lurah dan warga, lalu langsung action,” katanya.
Ia berharap persoalan banjir di Akehuda juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Ternate. Sebab, warga yang terdampak merupakan masyarakat Kota Ternate yang telah bertahun-tahun hidup dalam ancaman banjir.
Farida mengaku menyesalkan sikap Dinas PUPR Kota Ternate yang setiap tahun menurunkan tim untuk mengecek kondisi drainase, tetapi belum ada langkah penanganan nyata.
“Akan tetapi tidak kunjung dikerjakan. Harapan kami ini juga harus menjadi perhatian Pemkot agar permasalahan yang dialami masyarakat bertahun-tahun segera teratasi,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!