Galela, Maluku Utara – Pemutaran film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono di Desa Togawa Besi, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu malam, 16 Mei 2026, berlangsung di tengah pengawasan aparat kepolisian.
Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar Forum Serikat Petani Galela itu sempat berpindah lokasi setelah izin penggunaan tempat awal dibatalkan sehari sebelum acara berlangsung.
Semula, panitia merencanakan pemutaran film di Kedai MK. Namun, pada H-1 pelaksanaan, pemilik lokasi membatalkan izin penggunaan tempat. Panitia kemudian memindahkan agenda ke Jelajah Coffee di Desa Togawa Besi.
“Awalnya kami sudah berkomunikasi dengan pemilik tempat tersebut, tapi H-1 ketika kami melakukan persiapan, justru dikonfirmasi tempat itu sudah tidak boleh digunakan. Akhirnya kami pindah di kedai Jelajah Coffee, di desa yang sama, Togawa Besi,” kata Amji, penanggung jawab kegiatan.
Meski berpindah tempat, aparat kepolisian tetap hadir mengawasi jalannya pemutaran film. Menurut panitia, sedikitnya empat anggota polisi berada di lokasi dan ikut menyaksikan film hingga selesai.
“Ketika film berjalan, kurang lebih ada tiga orang dari kepolisian yang turut hadir menyaksikan film tersebut. Tapi mereka tidak membubarkan kegiatan kami,” ujar Amji.
Film dokumenter Pesta Babi belakangan menjadi perbincangan luas di media sosial karena menyoroti dugaan keterlibatan aparat negara dalam pengamanan proyek strategis nasional (PSN) di Papua. Pemutaran di Galela menarik perhatian warga dari sejumlah desa. Puluhan penonton memadati lokasi nobar, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!