Ternate, Maluku Utara – Pemerintah Kota Ternate mengambil langkah cepat merespons aksi unjuk rasa pedagang pundak di depan Pasar Higienis. Melalui kebijakan terbaru, Pemkot membebaskan biaya sewa lapak selama tiga bulan ke depan sebagai bentuk dukungan terhadap proses relokasi sekaligus penataan kawasan pasar.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membenahi kawasan pasar secara menyeluruh.
“Penataan kawasan pasar ini menjadi fokus kerja kami untuk periode 2026–2027. Permasalahan kesemrawutan di Pasar Gamalama dan keluhan masyarakat yang selama ini tidak pernah tuntas, akan kami benahi secara bertahap,” kata Rizal saat diwawancarai di lokasi unjuk rasa, Jumat (24/4/2026).
Menurut dia, penataan tidak hanya menyasar pedagang pundak, tetapi juga mencakup pedagang sayur, barito, hingga penjual pisang. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai zona ekonomi yang tertib, nyaman, dan terorganisir.
Pemerintah, lanjut Rizal, telah menyiapkan lokasi relokasi yang dinilai representatif, yakni di arah barat Pasar Sabi-Sabi.
“Kalau satu komoditas dipindahkan ke satu lokasi, konsumen pasti akan mengikuti. Pedagang tidak perlu khawatir, karena tujuan pemerintah adalah menciptakan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Kota Ternate,” ujarnya.
Di tengah dinamika di lapangan, Rizal mengakui sempat terjadi perbedaan pendapat di antara pedagang. Namun, berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sebagian besar pedagang telah menerima rencana relokasi tersebut.
“menurut Sekertaris Disperindag dari total 41 pedagang yang terdaftar, itu kurang lebih sudah 26 yang menyetujui untuk direlokasi ke tempat yang baru” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!