Ternate, Maluku Utara – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate menyebut Stadion Gelora Kie Raha kini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak hiburan sejak digunakan Malut United sebagai kandang pertandingan Liga 1. Dalam satu kali pertandingan, stadion itu disebut dapat menyumbang lebih dari Rp 100 juta ke kas daerah.
Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim, mengatakan besaran pajak hiburan dari Stadion Gelora Kie Raha bergantung pada jumlah penonton yang hadir di setiap pertandingan sehingga tidak dibuat target khusus.
“Pajak hiburan dari Gelora Kie Raha itu kami tidak bisa pasang target, karena pajaknya nanti akumulasi dari jumlah penonton. Jadi targetnya kami akumulasi semua dari pajak-pajak hiburan yang ada di Kota Ternate, sehingga untuk GKR itu kami tidak bisa bikin item tersendiri,” kata Mochtar saat diwawancarai Haliyora.id di Kantor BP2RD Ternate, Senin lalu (11/5/2026).
Menurut Mochtar, kontribusi Stadion Gelora Kie Raha terhadap PAD Kota Ternate cukup signifikan sejak dipakai oleh Malut United sebagai kandang pertandingan.
“Pendapatan dari GKR itu bervariasi, tapi sekali pertandingan dia bisa menyumbang ke kota sebesar Rp 100 juta lebih, tergantung jumlah orang yang datang menonton,” sebutnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!