Ia menjelaskan, sebelum digunakan oleh Malut United, Stadion Gelora Kie Raha belum memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah meskipun pengelolaannya berada di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ternate.
“Gelora selama ini tidak ada nilai masuk, walaupun dikelola oleh Dispora, karena kalau dilihat dari data yang ada selama ini GKR tidak punya kontribusi ke daerah. Tapi setelah Malut United menggunakan aset itu, baru ada nilai masuk ke PAD dalam bentuk pajak hiburan,” kata Mochtar.
Namun BP2RD Kota Ternate belum membuka rincian total pendapatan daerah yang diperoleh dari Stadion Gelora Kie Raha sepanjang 2025 hingga empat bulan pertama 2026. Saat dimintai data tersebut, Mochtar mengaku belum mengingat angka pasti dan berjanji akan memeriksa kembali.
Hingga berita ini ditayangkan pada Rabu, 13 Mei 2026, data yang dijanjikan belum juga diberikan kepada wartawan.
Meski demikian, Mochtar menyebut kehadiran Malut United telah membuka sumber baru PAD Kota Ternate dari sektor hiburan olahraga.
“Saya sebagai kepala OPD yang mengakomodir PAD, cukup bersyukur dan berterima kasih kepada manajemen Malut United. Dengan kehadiran Malut United memanfaatkan aset Gelora Kie Raha, ada nilai masuk untuk pemerintah daerah,” tandasnya. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!