Tinjau Puskesmas Kalumata, Nurjaya Hi. Ibrahim Temui Sejumlah Masalah: Siap Kawal ke Pemkot

Ternate, Maluku Utara – Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate dari Fraksi Gerindra, Nurjaya Hi. Ibrahim, mengungkap sejumlah persoalan pelayanan kesehatan yang ditemukan di Puskesmas Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, saat melaksanakan agenda reses II tahun 2026, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kunjungannya, Nurjaya menemukan berbagai kendala yang dinilai memengaruhi pelayanan dasar masyarakat, mulai dari ketersediaan obat, pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), hingga penanganan limbah medis yang belum optimal.

“Dari hasil reses yang saya temukan tadi memang ada masalah obat, karena permintaan ke gudang obat itu kadang kosong, sehingga ditaktisi menggunakan anggaran JKN,” kata Nurjaya kepada wartawan.

Ia menilai persoalan kebutuhan obat di setiap puskesmas harus menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Ternate, terutama dalam proses perencanaan dan pengadaan.

BACA JUGA  Tekanan Global dan Pasokan Luar Daerah Picu Inflasi di Kota Ternate 5,42 Persen

Menurut dia, pengadaan obat yang tidak sesuai kebutuhan lapangan justru berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. “Kalau ada pengadaan obat yang tidak sesuai kebutuhan, yang mengalami kendala itu pihak puskesmas, karena mereka yang melakukan pelayanan dasar secara langsung,” ujarnya.

Nurjaya juga meminta agar tenaga farmasi dilibatkan dalam proses perencanaan pengadaan obat agar kebutuhan di lapangan dapat dipetakan dengan baik.

Ia menyebut selama ini stok obat di gudang sering kosong sehingga puskesmas harus menggunakan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk membeli obat.

“Padahal seharusnya anggaran JKN tidak lagi dipakai untuk pembelian obat, karena pengadaan obat mestinya sudah ditangani di gudang obat,” katanya.

Selain persoalan obat, Nurjaya turut menyoroti pengelolaan dana BOK di puskesmas yang menurutnya perlu lebih transparan.

BACA JUGA  Polemik Surat Izin Terjawab, Timsel Bawaslu Malut Taat Asas

“Saya harapkan kepada seluruh kepala puskesmas agar pembagian anggaran BOK lebih transparan, karena ada beberapa pemegang program yang mengeluh,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung persoalan limbah medis yang hingga kini masih menumpuk dan belum diangkut karena terkendala izin pengelolaan. “Sementara limbah medisnya masih menumpuk, belum diangkut karena masih menunggu izin,” katanya.

Nurjaya memastikan seluruh persoalan tersebut akan dikawal dan didorong agar segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Ternate.

Menurut dia, penanganan limbah medis harus dilakukan secepat mungkin karena berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kalau masalah limbah medis nanti juga akan saya dorong ke pemerintah kota agar segera dilakukan penanganan, baik menggunakan pihak ketiga maupun langkah lain,” tandasnya. (*RFN)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah