Ternate, Maluku Utara – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate merespons capaian inflasi tertinggi di Provinsi Maluku Utara pada Januari 2026 yang tercatat sebesar 5,42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan angka tersebut menunjukkan pola inflasi yang fluktuatif dalam tiga tahun terakhir.
“Inflasi pada Januari 2026 sebesar 5,42 persen. Memang fluktuatif secara y-on-y pada 2024, 2025, dan 2026. Tahun 2024 inflasi berada di angka 4,10 persen, kemudian turun drastis pada 2025 menjadi 0,04 persen, dan kembali naik di Januari 2026,” kata Tauhid saat diwawancarai di Bela Hotel Ternate, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama penyebab kenaikan inflasi adalah tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah. Sekitar 85 persen kebutuhan konsumsi masyarakat Ternate masih dipasok dari luar wilayah, seiring keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan.
Selain itu, tekanan inflasi juga dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk dampak perubahan iklim dan kondisi cuaca yang memengaruhi distribusi serta ketersediaan barang. Faktor musiman turut berkontribusi, terutama meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan yang secara rutin memicu kenaikan harga.
Untuk menekan laju inflasi, Pemkot Ternate menegaskan komitmen menjalankan strategi 4K secara berkelanjutan. Program tersebut mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Distribusi akan terus kita perkuat, terutama menjelang dan selama Ramadan hingga Idulfitri. Namun ini bukan hanya program musiman, melainkan berjalan berkelanjutan karena data inflasi dirilis setiap awal bulan,” tegasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!