Erupsi Gunung Dukono: Satu Pendaki Tewas, Dua WNA Singapura Masih Hilang

Tobelo, Maluku Utara – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu, 9 Mei 2026. Operasi melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas, serta warga setempat yang menyisir sejumlah titik di sekitar kawasan puncak gunung api aktif tersebut.

Berdasarkan perkembangan situasi hingga pukul 14.30 WIT, tim gabungan masih bergerak di area yang diduga menjadi lokasi terdampaknya para pendaki akibat erupsi Gunung Dukono.

Sekitar pukul 15.00 WIT, tim SAR menemukan satu korban atas nama Enjel, warga negara Indonesia, di area sekitar 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

BACA JUGA  Gubernur Sherly: Konektivitas Jadi Kunci Putus Kemiskinan di Maluku Utara

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengatakan proses evakuasi korban masih berlangsung menuju Pos Pemantauan Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

“Saat ini proses evakuasi korban sedang dilakukan oleh tim SAR untuk dibawa ke Pos Pemantauan Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela,” kata Erlichson.

Menurut dia, operasi pencarian masih difokuskan terhadap dua warga negara asing asal Singapura yang hingga kini belum ditemukan di lokasi erupsi. “Perkembangan akan dilaporkan kembali,” ujarnya.

BACA JUGA  PT. IWIP Serap 79.488 Tenaga Kerja, 74 Persen Lulusan SLTA

Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih menyisir area lereng hingga sekitar kawah Gunung Dukono untuk memastikan keberadaan dua pendaki asing tersebut. Kondisi medan yang berat serta aktivitas vulkanik yang masih berlangsung menjadi tantangan dalam proses pencarian. (RR/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah