Di sektor distribusi, Sherly juga menyoroti program MinyaKita. Saat ini, distribusi di Ternate, Tidore, dan Sofifi mampu menjaga harga eceran tertinggi (HET) di angka Rp 15.700. Namun pemerintah berencana memperluas cakupan ke delapan kabupaten lain.
“Kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan pemenuhan kuota stok Minyak Kita yang seharusnya 600.000 liter, namun saat ini baru tersedia 100.000 liter di gudang,” katanya.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha, Pemprov Maluku Utara menyiapkan sejumlah langkah pengendalian harga dan pasokan, mulai dari Gerakan Pangan Murah di 10 kabupaten/kota, distribusi 100 ekor sapi kurban, hingga penguatan produksi pangan.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan kuota cetak sawah baru seluas 10.000 hektar dan reaktivasi 4.600 hektar lahan di Halmahera Utara dan Halmahera Timur. Di sektor logistik, Bulog akan membangun enam gudang baru di Maluku Utara.
Pada sektor digitalisasi dan pembiayaan, Pemprov bekerja sama dengan bank Himbara untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk bagi sekitar 700 nelayan yang tengah dalam proses pengajuan pembiayaan.
Sherly kemudian menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memperkuat langkah pengendalian harga di wilayah masing-masing.
“Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Idul Adha dengan harga yang ekonomis dan terjangkau,” tutupnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!