Menurut Iwan, ketiga korban diduga berada di sekitar area kawah saat erupsi besar terjadi. Berdasarkan rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Dukono, radius aman berada sejauh empat kilometer dari kawah karena material vulkanik masih terus dimuntahkan.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban dalam kondisi selamat atau meninggal dunia karena tim belum dapat menjangkau lokasi mereka,” ujar dia.
Salah satu korban yang belum ditemukan, Enjel, diduga terpisah dari rombongan ketika erupsi mendadak terjadi. Rekan-rekannya sempat melakukan pencarian, namun korban tidak berhasil ditemukan.
Tim SAR gabungan berencana melanjutkan operasi pencarian pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026. Seluruh sumber daya akan dikerahkan, termasuk penggunaan drone untuk menyisir area berbahaya di sekitar kawah.
“Sesuai SOP, operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari ke depan. Kami berharap ketiga korban dapat segera ditemukan,” kata Iwan.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Gunung dengan ketinggian 1.333 meter di atas permukaan laut itu hampir terus-menerus mengalami erupsi. Pada Jumat pagi, kolom abu letusan tercatat mencapai sekitar 10 ribu meter dari puncak kawah. Kondisi cuaca yang cepat berubah di kawasan pegunungan juga kerap menyulitkan proses evakuasi dan pencarian korban. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!