Jadi untuk pembangunan RSU Sofifi tetap akan dilanjutkan dengan menggunakan anggaran APBD
Samsudin A. Kadir (Sekda Provinsi Maluku Utara)
Sofifi, Maluku Utara- Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi yang menelan anggaran kurang lebih Rp 123 miliar bersumber dari pinjaman PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dipastikan mangkrak.
Pasalnya, saat ini pihak kontraktor sudah tidak lagi mengerjakan proyek tersebut. Padahal, proyek ini dikerjakan pada akhir tahun 2022 dan telah menelan Rp 18 miliar atau 15 persen dari total anggaran.
Terkait persoalan itu, Sekda Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, yang diwawancarai wartawan memastikan, proyek tersebut akan berlanjut namun menggunakan APBD apabila tidak diselesaikan.
“Apa yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan beberapa waktu lalu itu benar, jika dengan anggaran SMI tidak selesai tetap akan dilanjutkan dengan anggaran APBD,” kata Samsuddin, Rabu (12/7/2023).
Menurutnya, persoalan seperti ini sudah biasa terjadi, namun untuk mengantisipasi agar tidak terjadi utang daerah, pemerintah telah mempersiapkan skema pembayarannya.
