Sanana, Maluku Utara – Denyut ekonomi di kawasan wisata kuliner Pantai Desa Pastina, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, berhenti tanpa tanda sejak 2022. Ada aktivitas UMKM di kawasan itu, namun tak ada pungutan retribusi seperti awal tahun 2020 lalu. Yang paling terasa, tak ada lagi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD).
Kepala Desa Pastina, Muhidin Umagap, mengatakan kawasan yang dulu menjadi magnet warga itu kini praktis mati. “Sejak 2022, omset UMKM sudah tidak ada. Retribusi juga tidak lagi diberlakukan,” kata Muhidin, Minggu (26/4/2026).
Padahal, hanya dua tahun sebelumnya, kawasan ini sempat menjadi salah satu sumber pemasukan desa yang signifikan. Pada 2020, wisata tersebut menyumbang sekitar Rp 60 juta ke kas desa. Di hari libur, pendapatan harian bisa menembus Rp 1,5 juta. Bahkan di hari biasa, setidaknya Rp 500 ribu masih mengalir.
Kini, angka-angka itu tinggal catatan lama.
Tak jelas apa pemicu utama berhentinya aktivitas wisata tersebut. Namun dampaknya terasa langsung: pelaku UMKM kehilangan ruang usaha, sementara desa kehilangan salah satu sumber pendapatan potensialnya.
Muhidin mengakui, saat ini desa bergantung pada sektor lain yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ada empat lini usaha yang masih berjalan yaitu depot air isi ulang, distribusi air bersih ke sekitar 300 rumah, serta penyewaan kursi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!