Aksi Damai Ratusan Warga Halsel Serukan Dukung Putusan Hasil Sidang Sengketa Pilkades

Halsel, Maluku Utara- Ratusan warga Halmahera Selatan (Halsel) menamakan diri Front Rakyat Peduli Kedamaian (FRPK), turun ke jalan menggelar aksi damai di depan kantor Inspektorat dan Polres Halsel pada Rabu (18/01/2023).

Aksi ratusan warga itu sebagai dukungan terhadap keputusan Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik terkait hasil putusan sidang sengketa Pilkades yang diumumkan beberapa waktu lalu.

Massa menilai putusan sidang sengketa Pilkades sudah final, sehingga mereka menolak segala tindakan provokasi sejumlah pihak yang dinilai sengaja mengadu-domba dengan mengatasnamakan masyarakat.

Koordinator aksi, Sumitro H. Komdan menegaskan, konflik di sejumlah desa usai putusan sengketa Pilkades serentak 2022 di Halmahera Selatan harus segera di damaikan dan dihentikan.

Kata Sumitro, demonstrasi damai ini dipicu karena rasa kekhawatiran massa aksi karena jangan sampai ada pihak-pihak tertentu mempolitisir dan memicu keretakan di tengah persatuan dan kesatuan masyarakat di setiap desa pasca Pilkades.

BACA JUGA  Per Agustus 2023, Retribusi Parkir di Kota Ternate Capai Rp 780 Juta

“Aksi damai ini digelar sebagai respon sekaligus memberikan dukungan atas keputusan Bupati dalam hasil putusan sidang sengketa Pilkades sebagaimana telah diumumkan hasilnya,” kata Sumitro, saat diwawancarai Haliyora, Rabu (18/01/2023).

Massa aksi, lanjut Sumitro, juga meminta Polres Halmahera Selatan harus menindak tegas kepada oknum-oknum tertentu yang merusak fasilitas umum dan memecah belah kerukunan dan kedamaian masyarakat Halsel. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi isu-isu liar yang dimainkan oknum tertentu dibalik demonstrasi pasca putusan sengketa Pilkades tersebut.

“Polres harus mengusut tuntas dan menangkap aktor intelektual yang memprovokasi masyarakat dalam aksi pembakaran sejumlah fasilitas umum di sejumlah desa,“ tandasnya.

BACA JUGA  Satpol PP Tertibkan 2 Unit Rumdis di Kasturian Ternate

Sementara, Sudarso Manan, salah satu orator menambahkan, menyuarakan Pilkades damai harus dijunjung tinggi sebagaimana tahapan dan hasil putusan sidang sengketa Pilkades.

“Kami minta pihak kepolisian (Polres) backup sejumlah desa yang masih menolak putusan sidang sengketa, agar Kambtimas dapat terjaga,” pintanya.

Ia mengaku tidak ada tendensi politik apapun yang mealtarbelakangi aksi damai yang dilakukan mereka.

“Aksi ini sebagai dukungan dan apresiasi putusan sidang sengketa Pilkades yang disampaikan Bupati Usman Sidik dan kami juga berharap warga tidak terpancing oleh provokasi liar untuk kepentingan tertentu saja,” pungkasnya. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah