Labuha, Maluku Utara- Warga mengeluhkan pelayanan transportasi laut di delapan (8) desa di Kecamatan Obi Selatan (Obsel) Kabupaten Halmahera Selatan.
Pasalnya, dalam kurun waktu hampir sebulan sebelum ramadhan hingga saat ini pelayanan kapal rute ke Desa Soligi, Wayalaor, Mano, Loleo, Oci, Gambaru, Fluk dan Bobo belum kembali normal.
Demikian diungkapkan salah satu warga Obi Selatan, Cristovan Loloh saat ditemui Haliyora.id, Senin (25/3/2024).
“Kalau tidak ada kapal bagaimana warga bisa bepergian ke ibu kota kabupaten dan ke Ternate, sedangkan akses laut yang menjadi pusat penghubung macet seperti ini,” kata Cristovan yang juga salah satu advokat di Maluku Utara itu.
Menurut Cristovan, apabila tidak ada akses pelayanan transportasi laut bagaimana kehidupan warga di Kecamatan Obi Selatan karena sembilan bahan pokok dipasok melalui laut.
“Kalau tidak ada kapal yang rute ke Obi Selatan bagaimana warga bisa belanja. Pastinya, kalau akses laut lumpuh sangat berdampak pada perekonomian warga,” sebutnya.
Kata dia, untuk ke Ibu Kota Kabupaten, warga dari Obi Selatan terpaksa menyewa longboat sebagai transportasi alternatif menuju kecamatan lain. Dari situ barulah mereka menuju pusat kabupaten di Labuha dan ke Kota Ternate.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!