Dugaan Ompreng MBG Dibawa Pulang, Begini Penjelasan Salah Satu SPPG di Morotai

Daruba, Maluku Utara – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut tidak tersalurkan kepada penerima manfaat dan dibawa pulang oleh oknum petugas.

Kepala SPPG Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, menegaskan bahwa makanan yang terlihat berada di rumah salah satu petugas distribusi bukan merupakan jatah penerima manfaat yang sengaja ditahan, melainkan kelebihan porsi setelah seluruh proses distribusi selesai dilakukan.

“Seluruh makanan yang menjadi hak penerima manfaat telah didistribusikan sesuai daftar sasaran yang ditetapkan. Makanan yang terlihat menumpuk merupakan kelebihan porsi setelah proses distribusi selesai dan bukan hasil pengurangan jatah penerima manfaat,” kata Hasanudin, Minggu (7/6/2026).

Menurut Hasanudin, dalam pelaksanaan Program MBG, jumlah produksi makanan disiapkan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan teknis di lapangan. Namun, tidak semua penerima manfaat dapat menerima makanan setiap hari karena alasan tertentu, seperti sakit, libur sekolah, atau faktor lainnya.

Kondisi tersebut, kata dia, kerap menyebabkan adanya sisa makanan yang masih layak konsumsi setelah proses distribusi selesai dilaksanakan.

Untuk menghindari pemborosan pangan, pihaknya mengaku menerapkan mekanisme pemanfaatan kelebihan porsi dengan membagikannya kepada masyarakat sekitar.

BACA JUGA  Kecelakaan Tunggal Renggut Nyawa Seorang Guru Pesantren di Morotai

“Kami berpegang pada prinsip bahwa makanan yang telah diproduksi dan masih layak konsumsi tidak boleh terbuang sia-sia. Karena itu, kelebihan porsi diberikan kepada masyarakat setelah seluruh penerima manfaat terlayani,” ujarnya.

Hasanudin juga membantah tudingan bahwa petugas distribusi secara rutin membawa pulang puluhan ompreng untuk kepentingan pribadi. Ia memastikan seluruh proses produksi hingga distribusi dilakukan berdasarkan data penerima manfaat serta berada dalam pengawasan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami memastikan tidak ada penyelewengan dalam pelaksanaan Program MBG di SPPG Kenari Morotai Utara. Setiap kegiatan distribusi dilakukan berdasarkan data penerima manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hasanudin mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG. Namun, ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

“Kami terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik. Tetapi informasi yang beredar sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan berimbang,” katanya.

Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Morotai Utara menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya makanan yang tidak tersalurkan kepada penerima manfaat.

Seorang sumber mengaku menerima informasi bahwa sejumlah sekolah di wilayah Morotai Utara belum mendapatkan manfaat program tersebut. Di saat yang sama, ia menyebut terdapat makanan MBG yang diduga dibawa pulang oleh oknum petugas distribusi.

BACA JUGA  Wabup Morotai Ingatkan Pengurus BPC HIPMI yang  Baru Dilantik 

Sumber juga mengungkapkan adanya unggahan di media sosial yang memperlihatkan tumpukan makanan MBG di depan rumah salah satu pekerja. Menurutnya, unggahan tersebut sempat beredar sebelum akhirnya dihapus.

Ia menilai apabila terdapat kelebihan makanan akibat sekolah penerima sedang libur, makanan tersebut seharusnya dapat dialihkan kepada sekolah lain yang membutuhkan.

Selain itu, sumber mengaku menerima laporan bahwa oknum petugas diduga hampir setiap hari membawa pulang sejumlah ompreng makanan ke rumah. Informasi tersebut, kata dia, diperoleh dari pihak sekolah di wilayah setempat.

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, SPPG Kenari menegaskan bahwa seluruh distribusi MBG dilakukan sesuai prosedur dan tidak terdapat pengurangan hak penerima manfaat. Pihak SPPG juga menyatakan siap menerima masukan serta pengawasan dari masyarakat guna memastikan program pemerintah tersebut berjalan optimal.

Program MBG melalui SPPG Kenari saat ini melayani peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Morotai Utara sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia. (RF/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah