Weda, Maluku Utara – Pagi di Weda terasa berbeda bagi puluhan anak muda yang tengah bersiap meninggalkan kampung halaman. Di antara tas-tas yang mulai terisi rapi, terselip harapan yang lebih besar: menembus batas geografis melalui bahasa.
Sebanyak 70 siswa dari Halmahera Tengah dijadwalkan berangkat menuju Kampung Inggris Pare, sebuah kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai ruang belajar alternatif bagi mereka yang ingin menguasai bahasa asing secara intensif.
Program ini difasilitasi oleh PKBM Were Mandiri, lembaga pendidikan nonformal yang konsisten membuka akses belajar di luar jalur konvensional. Bagi sebagian peserta, ini bukan sekadar perjalanan pendidikan, melainkan pengalaman pertama keluar daerah.
Koordinator PKBM Were Mandiri, Bakir Oesman, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda di daerah yang tengah tumbuh bersama geliat industri.
“Penguasaan bahasa asing kini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Ini tentang bagaimana generasi muda bisa beradaptasi dengan perubahan global,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Di tengah perkembangan industri di Halmahera Tengah yang kian terhubung dengan pasar internasional, kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin menjadi pintu masuk untuk peluang yang lebih luas. Bahasa, dalam konteks ini, bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol kesiapan menghadapi dunia yang semakin tanpa batas.
Namun, perjalanan ke Pare bukan tanpa persiapan. Sebelum diberangkatkan, para peserta akan menjalani seleksi serta pembekalan intensif selama satu minggu di Weda. Tahap ini dirancang untuk menguji kesiapan mental sekaligus membangun fondasi dasar sebelum mereka masuk ke ritme belajar yang lebih padat di Pare.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!