Demokrasi Idiot, Peta Jalan Baru Demokrasi Rasional (CAT)

Demokrasi liberal

Menurut Robert Dahl, demokrasi liberal memiliki dua konsep penting yang perlu diketahui. Kedua konsep tersebut diantaranya yaitu kontestasi/pemilihan umum dan partisipasi. Kontestasi sendiri memiliki arti sebuah perdebatan atau penyanggahan dapat terwujud dengan adanya hak untuk membentuk partai dan kebebasan pers.

Samuel P. Huntington 1990 menjelaskan inti dari demokrasi liberal yaitu cara untuk menetapkan Otoritas sekaligus membatasi Otoritas tersebut. Pemilu (voting) dianggap sebagai kegiatan politis yang paling penting dan esensial untuk di selenggarakan secara periodik dan teratur oleh negara yang menganggap dirinya demokratis (Miriam Budiarjo, 1998).

Jalur menuju demokratisasi yang rasional Martin Lipset menawarkan gagasan demokrasi hanya bisa berhasil lewat modernisasi, tolak ukur yaitu Eropa, Amerika Utara dan Australia, tetapi ada juga bahwa faktor modernisasi melahirkan sebaliknya yaitu otoritarianisme itu yang di bilang oleh Gulliarmo O’Donnell seperti yang terjadi di Asia dan Afrika. Pasca kemerdekaan ketika pemimpin nasionalis tumbang di ganti dengan rejim otoritarianisme birokratik yang menunggangi demokrasi seperti yang pernah terjadi Filipina, Korea Selatan, dan beberapa negara di Amerika latin. 

Dari banyak tipe demokrasi di dunia, sudah menunjukkan aspek irasionalitasnya, misalnya Hitler terpilih secarah demokratis melalui Pemilu tetapi mempraktekan irasionalitas dalam demokrasi, praktik demokrasi otoritarian yang irasionalitas dalam demokrasi pernah terjadi di beberapa negara di dunia seperti yang di sebutkan oleh Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt  dalam How Democracies Die seperti di Venezuela, Peru, Polandia, Rusia, Sri Lanka, Turki, dan Ukraina.

BACA JUGA  Fenomena Banjir di Kota Ternate, Kesalahan DLH dan Dinas PUPR? Begini Tugas dan Fungsinya Sesuai Aturan

Hari ini demokrasi liberal di barat memasuki irasionalitas baru, demokrasi Amerika dituduh oleh Profesor Ekonomi Gerald Epestein dari Institut Penelitian Ekonomi Politik di Universitas Massachusetts, dibajak oleh para Kartel Perbankan. Belum lagi Neo Konservatisme kolaborasi kartel perbankan, pengusaha minyak dan industrial kompleks Militerial Amerika yang menguasai White House merekayasa imprealisme mutakhir dalam kebijakan luar negeri Amerika, menyebabkan kekacauan di Timur Tengah dan beberapa negara di Afrika utara, perang proxi di Ukraina vs Rusia, yang terbaru krisis Gaza dan selat bab Almadeb di Yaman. Semua itu menunjukan, benar juga apa yang di bilang oleh G. Modelski dalam Long Cycles in World Politics 1978, bahwa komunitas internasional itu adalah komunitas anarkis dan peperangan itu bersifat sistemik yang diputuskan oleh eksekutif. 

Demokrasi Komunis

Marx melihat Demokrasi Liberal sebagai ideologi borjuis, dimana demokrasi liberal akan mengadakan kebebasan politik, dengan seruan para proletariat harus memenangkan perjuangan politik lewat revolusi  sosial/festival rakyat dan menerapkan diktatur proletariat, diktatur proletariat yaitu negara telah di ambil alih oleh proletariat dan tani kemudian menghapus kepemilikan pribadi lewat UU dengan sendirinya semua kepemilikan adalah milik bersama, dengan sendirinya privelesnya kaum borjuis hilang, maka disitulah para borjuis kembali merasakan diktatur dari mayoritas rakyat ke pada minoritas rakyat/borjuis, yang sebelum revolusi para borjuis yg merupakan minoritas rakyat melakukan diktatur terhadap mayoritas rakyat dengan uu privilesenya dalam ekonomi negara yang menyengsarakan mayoritas rakyat.

BACA JUGA  Pandora Politik Halmahera Tengah

Marx menjelaskan proses demokrasi Komunis yaitu diantara masyarakat Kapitalis dengan masyarakat Komunis terdapat perubahan Revolusioner dari yang satu menjadi lain, sesuai dengan periode peralihan politik dimana negara menerapkan Diktator Proletariat (Kristeva 2011). Ketika penerapan diktator proletariat menuju tujuan dari demokrasi komunis tertuang dalam tulisan Marx Kritik Terhadap Program Gotha “Masyarakat Komunis Muncul dari Masyarakat Kapitalis, Relasi Sosial, Ekonomi, Moral dan Intelek masih membawa bekas masyarakat lama, ini adalah tahap pertama dari masyarakat Komunis. 

Menuju tahap tinggi yaitu setelah lenyap dari ketundukan yang membedakan dari manusia dari pembagian kerja, di ikuti pula lenyaplah pertentangan antara kerja badan dan kerja otak, setelah kerja tidak lagi menjadi sarana untuk hidup, tetapi menjadi kebutuhan utama, setelah bersamaan perkembangan menyeluruh setiap individu tumbuh juga tenaga produktif dan sumber kekayaan mengalir dengan melimpah ruah hasil produksi, disitulah horizon sempit borjuis di lampaui, maka masing-masing menurut kemampuan dan masing-masing menurut kebutuhannya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah