Haliyora.id, Maluku Utara – Sejumlah perwakilan yang diduga berasal dari PT Ormat Geothermal Indonesia dihadang warga saat memasuki kawasan Telaga Rano, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026).
Penghadangan terjadi karena warga menilai rombongan perusahaan masuk ke kawasan tersebut tanpa pendampingan masyarakat setempat sebagaimana kesepakatan yang sebelumnya telah dibangun dengan Pemerintah Desa Gamsungi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 11.04 WIT, rombongan yang berjumlah sekitar 10 orang menggunakan alat traktor memasuki kawasan perkebunan milik masyarakat Desa Gamsungi yang berada di wilayah Telaga Rano.
Kawasan itu diketahui masuk dalam area yang tercantum dalam dokumen pelelangan rencana pengembangan energi panas bumi seluas sekitar 16.650 hektar.
Salah satu warga Desa Gamsungi, Erno Fion Saude, mengaku sempat mempertanyakan identitas dan tujuan kedatangan rombongan tersebut.
“Kalian datang atas nama siapa? Siapa yang perintahkan?” tanya Erno kepada rombongan.
Menanggapi pertanyaan itu, salah satu perwakilan PT Ormat Geothermal Indonesia menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gamsungi sebelum memasuki kawasan tersebut.
“Kami rencana datang hanya untuk foto-foto, ambil dokumentasi,” ujar perwakilan perusahaan.
Penjelasan itu tidak mengubah sikap sebagian warga yang menganggap setiap aktivitas di kawasan Telaga Rano harus melibatkan masyarakat setempat.
Ketua Pemuda Desa Gamsungi yang juga anggota Forum Masyarakat Peduli Telaga Rano (FMPT), Christofel Beno, menegaskan bahwa masyarakat harus mengetahui dan menyetujui setiap aktivitas yang dilakukan di kawasan tersebut.
“Kalau masuk di rumah orang (kawasan Telaga Rano, Red), harus seizin tuan rumah, bukan seenaknya,” kata Christofel yang akrab disapa Opel.
Secara terpisah, Kepala Desa Gamsungi, Karlos Bungajawa, membenarkan adanya kunjungan perwakilan PT Ormat Geothermal Indonesia ke Telaga Rano.
Menurut Karlos, pada Selasa malam, 9 Juni 2026, dirinya didatangi Fandi Salasa yang merupakan Staf Khusus Bupati Halmahera Barat untuk menyampaikan informasi mengenai kedatangan rombongan perusahaan tersebut.
“Perwakilan PT Ormat hadir ke Telaga Rano dengan tujuan berwisata,” kata Karlos.
Namun, Karlos menyebut telah ada kesepakatan sebelumnya bahwa rombongan perusahaan harus terlebih dahulu hadir di Desa Gamsungi pada pukul 08.00 WIT untuk bertemu masyarakat dan mendapatkan pendampingan menuju lokasi wisata Telaga Rano.
Menurut dia, kesepakatan tersebut tidak dijalankan. “Yang terjadi, perwakilan PT Ormat beserta rombongan langsung masuk ke wilayah Telaga Rano tanpa ada pendampingan dari masyarakat yang sudah diarahkan dari desa,” ujarnya.
Karlos menilai tindakan itu menjadi pemicu penghadangan yang dilakukan warga.
Hingga berita ini ditulis, PT Ormat Geothermal Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait alasan rombongan memasuki kawasan Telaga Rano tanpa pendampingan masyarakat setempat.
Telaga Rano saat ini menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan proyek panas bumi di Kabupaten Halmahera Barat. Proyek geothermal tersebut dikelola PT Ormat Geothermal Indonesia setelah memperoleh penetapan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Januari 2026 sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Meski demikian, rencana pengembangan proyek tersebut masih menuai perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian warga menyuarakan dukungan terhadap investasi energi terbarukan, sementara sebagian besar dari kalangan masyarakat adat menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak sosial, lingkungan, dan keberlanjutan ruang hidup masyarakat di sekitar kawasan Telaga Rano.
PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan anak usaha Ormat Technologies Inc. yang berbasis di Amerika Serikat dan bergerak di sektor energi panas bumi. Berbagai perdebatan mengenai profil korporasi induknya juga turut menjadi bagian dari diskursus publik yang berkembang di tengah polemik proyek geothermal Telaga Rano. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!