Perempuan Dalam Bayang-bayang Industri Pertambangan PT IWIP

Liputan ini merupakan kerja sama, AJI Ternate, dan Independen.id.

Penulis : Sahrul Jabidi
Editor   : A.  Achmad Yono

Hari mulai siang. Seorang ibu duduk melamun bersama kedua saudaranya di depan rumah. Perempuan paruh baya itu bernama Depedina, Warga Dusun Lukulamo Desa Waibulen, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.

Senyum Depedina, mendadak hilang saat menceritakan kondisi air Sungai Kobe yang tak lagi sama seperti sebelumnya, sungai Kobe yang hanya berjarak 5 meter dari rumahnya itu tidak lagi dapat dikonsumsi. Padahal sungai Kobe merupakan salah satu sumber air yang digunakan untuk kebutuhan keluarganya.

BACA JUGA  Setahun Pemerintahan IMS-ADIL, DPRD Halteng Tegaskan Kritik Tak Harus Datang dari Oposisi

Sebelum perusahaan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) hadir di tengah-tengah pemukiman warga, mereka masih menggunakan air Sungai untuk memasak, mandi hingga mencuci pakaian.

Dia mengaku, setelah air itu sudah tidak bisa digunakan, tidak ada bantuan air bersih baik dari Pemerintah Kabupaten setempat maupun dari Perusahaan PT IWIP. Air yang digunakan untuk kebutuhan  rumah tangga sehari-hari berasal dari air galon yang dibeli.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Luncurkan Parkir Digital, Faktanya Jukir Masih Gunakan Karcis Manual

“Ketika perusahaan ini masuk, kita sudah tidak bisa lagi menggunakan air ini untuk minum, mencuci pakaian dan yang lain, karena airnya sudah kotor, jadi kita bisa memasak dengan air galon yang biasanya dijual dari mobil pick up, juga kita beli di Desa Taba Lik yang bertetangga dengan kampung kita,” kata Depedina begitu disembangi di rumahnya, Minggu 8 Oktober 2023.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah