Perempuan Dalam Bayang-bayang Industri Pertambangan PT IWIP

Sejak beroperasinya PT IWIP pada tahun 2018 hingga saat ini, warga tak lagi mengkonsumsi air yang berasal dari sungai termasuk sungai Kobe. Padahal dulunya beberapa sungai di sekitar perusahaan tambang ini berlimpah dan dikonsumsi gratis untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga.

Wanita berusia 64 tahun itu terpaksa harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 300 ribu per bulan, agar bisa mendapatkan air bersih untuk keperluan keluarga dalam rumah tangga. Untuk harga air per galonnya Rp 10 ribu, sementara dalam satu rumah tangga harus menghabiskan minimal sebanyak 5-6 galon air.

Rifya Rusdi mengatakan, kebutuhan air dalam rumah tangga sangat penting, apalagi perempuan setelah melahirkan atau sedang haid. Meskipun sumur yang digali langsung dari mereka maupun sumur bor itu ada, tapi sangat jarang mereka gunakan.

“Kebutuhan air bersih itu sangat tinggi, kita mesti beli lagi air galon, ada air sumur, tapi sudah terdampak keruh ketika banjir. Kondisi ibu rumah tangga mulai berubah, mereka sudah jarang lagi bertani, karena banyak lahan yang sudah dijual, ditambah kondisi ekonomi misalnya pangan itu sudah sangat mahal,” ungkap Rifiya begitu wawancarai, Selasa 10 Oktober 2023.

BACA JUGA  PAD Baru Capai 45,11 Persen, Akademisi Nilai Kinerja Pemkot Ternate Belum Maksimal

Rifya lantas meminta agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menyediakan air bersih untuk kebutuhan warga sekitar.

“Ada air PDAM, tapi saat ini warga sudah tidak gunakan, karena sumber air berasal dari Sungai. Jadi ada yang takut minum,” katanya.

Untuk jumlah penduduk Kecamatan Weda Tengah saat ini sebanyak 12,736 jiwa yang terdiri dari 8.138 laki laki dan 4.598 perempuan. Desa Waibuleum termasuk didalamnya Dusun Lukulamo merupakan desa dengan jumlah penduduk terbanyak kedua setelah Desa Lelilef Sawai. Desa dengan luas wilayah 98,09 Km2 ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 4645 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 3.082 orang, dan perempuan 1.563 orang.

BACA JUGA  BUMD Haltim Dihadiahi IUP Mandiri dari Pempus, PAD Bakal Bertambah

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa proporsi rumah tangga terhadap akses air minum secara nasional rata-rata pada 2022 masih di bawah 50 persen yaitu 44,94 persen. Ini berarti, masih ada rata-rata 55,06 persen rumah tangga belum mendapatkan akses air minum secara optimal.

Meski demikian, capaian proporsi rumah tangga terhadap akses air minum pada 2022 meningkat bila dibandingkan dua tahun sebelumnya yaitu 43,81 persen pada 2021 dan 42,31 persen pada 2020.

Sungai Kobe yang merupakan sumber kehidupan bagi warga setempat telah tercemari oleh aktivitas tambang, sehingga kebutuhan untuk minum maupun kebutuhan dalam rumah tangga lainnya tak lagi memadai dalam menopang penghidupan keluarga setempat.

 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah