Ternate, Maluku Utara – Kekerasan terhadap jurnalis kembali mencuat di ruang publik. Kali ini, insiden terjadi di jantung kegiatan politik Partai Golkar di Maluku Utara. Seorang ajudan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan saat peliputan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar, Minggu (12/4/2026) sore.
Bahlil Lahadalia hadir di Musda Partai Golkar Maluku Utara sebagai ketua umum partai berlambang beringin tersebut.
Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.20 WIT di pintu keluar Gamalama Ballroom, Bella Hotel Ternate. Saat itu, sejumlah jurnalis tengah mengerubungi Bahlil Lahadalia untuk sesi wawancara usai pembukaan Musda. Situasi ramai, pertanyaan saling bersahutan, dan dokumentasi berlangsung intens.
Di tengah kerumunan tersebut, seorang ajudan menteri disebut tiba-tiba bertindak agresif. Ia diduga menarik baju salah satu wartawan yang berada di barisan depan. Tindakan itu tak berhenti di sana. Dalam hitungan detik, situasi berubah tegang ketika ajudan tersebut diduga melayangkan pukulan.
Korban, Arfandi Atim, jurnalis media online Haliyora.id, mengaku mengalami kekerasan fisik. Ia menyebut pukulan mengenai bagian rusuk kanannya.
“Tong (kami) ada rame-rame (ramai-ramai) wawancara, tiba-tiba ajudannya Pak Bahlil langsung tarik baju, tidak lama langsung pukulan masuk di rusuk kanan lagi,” kata Arfandi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!