Ajudan Menteri Bahlil Lahadalia Diduga Pukul Jurnalis Saat Musda Golkar Malut, Panitia: Jangan Dibesar-besarkan

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi saat menjalankan tugas peliputan. Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi dalam forum politik resmi yang seharusnya menjunjung keterbukaan informasi.

Alih-alih mendorong transparansi, respons dari pihak panitia justru menuai tanda tanya. Ketua panitia Musda, Arifin Jafar, yang juga Sekretaris DPD Golkar Maluku Utara, meminta agar kejadian itu tidak diperluas.

BACA JUGA  Bersama Para Kades dan Forkopimcam Obi, Harita Nickel Gelar Bukber

Babadiam kabawa, jangan kasih besar (tenang-tenang, jangan dibesarkan),” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut memunculkan kesan adanya upaya meredam informasi di tengah dugaan pelanggaran terhadap kebebasan pers. Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kementerian maupun ajudan yang bersangkutan.

Peristiwa ini kembali menguji komitmen perlindungan terhadap jurnalis di lapangan. Di ruang yang semestinya terbuka bagi publik, kekerasan justru terjadi, dan suara korban nyaris diminta untuk diredam. (RFN/Red)

BACA JUGA  BPKAD Malut Ungkap Penyebab Belum Dibayarnya Gaji Guru PPPK
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah