Tumbuh Sehat Bersama: NHM Peduli Hadirkan Program Gizi untuk Balita Stunting di Halmahera Utara

Haliyora.id, Gosowong – Sejalan dengan program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting nasional, NHM menghadirkan program penanganan gizi melalui NHM Peduli yang difokuskan pada balita di wilayah lingkar tambang Gosowong. 

Inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Program ini bertujuan mendorong penurunan jumlah kasus stunting di wilayah operasional perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan perkembangan balita secara bertahap.

Pelaksanaannya dibangun di atas kolaborasi erat bersama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, sehingga setiap langkah selaras dengan kebijakan kesehatan pemerintah dan memberikan dampak yang terarah dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Tambah Satu Orang, Halsel Miliki 7 Pasien Positif Covid-19

Tahap awal program diawali dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara untuk memperoleh data balita penderita stunting dari enam puskesmas di wilayah lingkar tambang.

Selanjutnya, dilakukan verifikasi lapangan oleh Koordinator Lapangan dan Tim Medis NHM Peduli guna memastikan kondisi aktual balita yang menjadi sasaran program.

Sejak 23 April 2026, berbagai kegiatan telah mulai berjalan, di antaranya pemberian susu formula serta makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan. 

Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan kader PKK di tingkat kecamatan dan desa sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam mendukung perbaikan gizi balita.

Dokter Pendamping NHM Peduli, dr. Samsul, menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang melalui pemantauan yang konsisten dan menyeluruh. 

BACA JUGA  Momen Tahun Baru, PLN UIW MMU Sukses Tambah Daya 555 kVA di Unkhair Ternate Malut

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi, tetapi juga memastikan setiap anak dipantau perkembangannya secara berkala, sehingga langkah yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Setelah tahap pemberian asupan selama 60 hari, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap status gizi dan kesehatan balita sasaran dengan melibatkan dokter spesialis. 

Evaluasi ini bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan serta faktor-faktor yang memengaruhi tumbuhkembang anak secara lebih mendalam, sekaligus menjadi landasan penyusunan langkah tindak lanjut yang lebih tepat sasaran. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah