Daruba, Maluku Utara – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menunjukkan komitmennya dalam mendukung kehidupan keagamaan yang harmonis melalui pembangunan rumah ibadah. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (20/4/2026).
Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Dukungan ini bukan hanya pembangunan gedung, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin kebebasan beribadah dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual masyarakat,” ujar Rio dalam sambutannya.
Pemerintah daerah, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), memberikan bantuan swadaya sebesar Rp 100 juta untuk mendukung pembangunan gereja yang diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp 1,2 miliar.
Rio menekankan, rumah ibadah memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan iman, penguatan moral, sekaligus ruang mempererat persaudaraan antarwarga. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan.
“Semangat gotong royong perlu terus dijaga agar pembangunan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung seluruh kegiatan keagamaan tanpa membedakan latar belakang, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan di Pulau Morotai.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, M. Sitanggang, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah yang dinilai sangat membantu proses pembangunan gereja.
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi dorongan besar bagi panitia dan umat untuk segera merealisasikan pembangunan gereja yang telah direncanakan.
Hal senada disampaikan Pastor Paroki RD Ohoiwutun. Ia mengungkapkan bahwa gereja tersebut telah berdiri sejak 1987 dan selama hampir 40 tahun belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
“Ini menjadi momen bersejarah bagi kami. Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.
Rio menambahkan, meskipun anggaran daerah terbatas, pemerintah tetap berupaya memberikan perhatian yang adil kepada seluruh rumah ibadah. “Semua rumah ibadah harus mendapat sentuhan. Ini bagian dari komitmen keadilan bagi seluruh umat,” tegasnya.
Ia juga mendorong dinas terkait untuk mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat agar pembangunan gereja dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
Pemerintah berharap pembangunan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus ini dapat menjadi simbol kerukunan serta membawa manfaat bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di Pulau Morotai. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!