Ternate, Maluku Utara – Perairan Ternate, Maluku Utara, Kamis malam, 16 April 2026, menjadi panggung benturan dua dunia: nelayan tradisional dan kapal tanker pembawa energi.
Sekitar pukul 23.38 WIT, sejumlah nelayan di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan tengah memancing seperti biasa. Laut relatif tenang, aktivitas berlangsung normal.
Lalu sebuah kapal tanker, diidentifikasi sebagai Adria, muncul dan terus mendekat.
Para nelayan tidak tinggal diam. Mereka menyalakan lebih dari enam senter, mengarahkannya ke kapal sebagai sinyal bahaya.
Dalam praktik pelayaran, sinyal visual seperti itu adalah peringatan yang tak boleh diabaikan. Namun menurut kesaksian nelayan, kapal tidak mengubah arah. Benturan pun terjadi.
Alwi dan Ali, nelayan dari kelompok Sinar Riski, menjadi saksi langsung. Mereka menyebut ada beberapa perahu lain di sekitar lokasi saat kejadian. “Kami sementara memancing, ada beberapa perahu nelayan di sekitar,” kata Alwi.
Kesaksian kunci datang dari pernyataan berikutnya: sinyal peringatan telah diberikan, namun tidak direspons. “Sudah kami kasih kode pakai senter, lebih dari enam, tapi tidak dihiraukan,” kata mereka.
Pernyataan ini membuka dugaan serius, apakah nahkoda kapal lalai dalam pengamatan (lookout), atau ada kegagalan sistem navigasi?
Dalam standar keselamatan pelayaran internasional, kewajiban menjaga pengamatan dan menghindari tabrakan adalah prinsip dasar.
Jika benar sinyal visual tidak direspons, maka ini berpotensi melampaui kategori kecelakaan biasa.
Dampak paling nyata adalah rusaknya satu unit perahu nelayan. Kerusakan disebut cukup parah setelah dihantam kapal tanker.
Perahu itu bukan milik pribadi biasa, melainkan bantuan pemerintah provinsi melalui program Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2026, yang dikaitkan dengan Gubernur Sherly Tjoanda. Kerusakan ini bukan sekadar angka kerugian.
Bagi nelayan, perahu adalah alat produksi utama. Kerusakan berarti kehilangan pendapatan. Praktisnya, aktivitas melaut otomatis terhenti
Dengan kata lain, satu insiden di laut langsung berdampak pada dapur keluarga.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!