Dikatakan, bongkahan kedua ini ditemukan di tempat yang sama. “Jaraknya sekitar 30 mil perjalanan di laut Pasifik,” ucap Udin Toton.
Dijelaskannya, saat ini sudah ada pembeli yang menghubunginya karena sudah seminggu ia temukan dan ada yang sudah foto lalu membagikan di media sosial.
“Ada yang sudah hubungi saya. Mereka mau beli dengan harga per kilo 22 juta rupiah. Cuman saya bilang belum. Terus ada yang dari Ambon juga hubungi. Dari Jakarta juga,” terangnya.
Dikatakannya, untuk merawat agar tetap awet, ia mempelajarinya melalui video YouTube.
“Terus ini kan sudah seminggu lebih saya temukan. Karena ini muntahan baru, jadi cara merawat kita lihat di YouTube kita rendam dengan air asin,” ucapnya.
Diceritakan, untuk mengujinya, para pembeli meminta Udin untuk menaruh sedikit bongkahan ke sendok lalu membakarnya.
“Kan ada yang minta sampel cuman belum kasih. Terus dia suruh kita uji bakar di leper (sendok) itu baminya (berminyak). Sudah berapa kali dicoba tetap saja berminyak,” ujarnya.
kata dia, bongkahan yang ia yakini muntahan paus itu baru akan dijual dengan harga yang sesuai. Namun kalau harga tidak sesuai, ia bersama keluarga berinisiatif akan menyimpannya.
“Satu kilo 60 juta (rupiah). Karena ini saya yakin sekali ini muntahan paus. Sebab dia sudah berubah. Walaupun ini daging sudah busuk, tapi ini kita taruh begitu saja, lalat dan semut pun tak mendekati,” ucapnya meyakini.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!