Curah Hujan Tinggi Picu Tantangan Lingkungan, PT FHT Perkuat Sistem Pengendalian Sedimen di Haltim

Haliyora.idCurah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, memicu tantangan lingkungan di kawasan industri, termasuk area operasional PT FHT. Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan peningkatan aliran air limpasan serta sedimentasi di sejumlah titik perusahaan.

Sebagai langkah penanganan, PT FHT menerapkan serangkaian metode teknis terintegrasi guna meminimalkan dampak lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengendalian sedimen di kawasan operasional perusahaan.

Berdasarkan laporan tindakan yang dirilis perusahaan, terdapat sedikitnya empat pendekatan utama yang kini dijalankan.

Langkah pertama dilakukan melalui stabilisasi lereng di area RKEF Selatan dan Koropon. Pada kawasan tersebut, perusahaan memasang geotekstil seluas 12.600 meter persegi untuk memperkuat struktur tanah sekaligus melindungi permukaan lereng dari erosi akibat tingginya debit air hujan.

BACA JUGA  IFAS Nilai Revisi RTRW Haltim Sarat Kepentingan Investasi

“Metode geotekstil lazim digunakan pada proyek infrastruktur berskala besar karena dinilai efektif menekan laju erosi di area terbuka yang rawan longsor dan pengikisan,” kata Andreas Lakafin, pihak PT FHT, Senin (11/5/2026).

Selain itu, PT FHT juga memasang silt curtain di area jetty. Peralatan ini berfungsi sebagai penghalang sementara di perairan untuk memperlambat arus air serta membantu proses pengendapan partikel sedimen sebelum menyebar lebih luas ke wilayah sekitar.

Upaya lain dilakukan melalui penerapan sistem geotube di Muara Sungai Kukuba. Teknologi tersebut menggunakan tabung geotekstil berpori tinggi yang dirancang menyaring partikel sedimen, sementara air dengan kandungan padatan tersuspensi rendah dilepaskan secara bertahap ke lingkungan.

BACA JUGA  Idrus Maneke : Ubaid-Anjas Pemimpin yang Berlaku Adil

“Penerapan geotube dinilai menjadi solusi jangka menengah dalam mengendalikan sedimentasi yang meningkat akibat tingginya curah hujan di kawasan industri,” ujarnya.

Tidak hanya itu, perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas drainase dan kolam sedimen. Langkah tersebut dilakukan melalui pengerukan endapan lumpur yang selama ini mengurangi daya tampung kolam eksisting.

“PT FHT juga merencanakan penambahan jaringan drainase di sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi tinggi terhadap aliran air limpasan saat hujan deras,” tandasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, perusahaan diharapkan mampu menangani dampak lingkungan akibat cuaca ekstrem sekaligus membangun sistem pengendalian lingkungan yang lebih berkelanjutan di kawasan industri Halmahera Timur. (Riv)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah