Daruba, Maluku Utara- Seorang nelayan tuna asal Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, dikabarkan menemukan benda di laut samudera Pasifik.
Benda berupa bongkahan 20 kilogram seperti daging itu diduga merupakan muntahan ikan paus atau ambergris ditemukan Udin Toton (31 tahun).
Ia mengatakan bahwa muntahan paus itu adalah yang kedua kalinya ia temukan di lautan samudra Pasifik. Sebelumnya, ia tidak mengetahui akan hal itu saat menemukannya pertama kali dan langsung membuangnya begitu saja.
Namun kemudian setelah melihat di internet, bongkahan yang ia buang itu ternyata muntahan paus yang harganya sangat mahal di pasaran.
Diketahui, ambergris atau muntahan paus adalah benda seperti batu kapur yang memiliki sifat seperti lilin. Ambergris berasal dari usus atau sistem pencernaan paus sperma yang dikeluarkan melalui mulutnya.
Benda ini memiliki harga yang sangat mahal di pasaran, khususnya di negara-negara teluk. Muntahan paus berharga mahal karena dijadikan pengikat aroma pada parfum serta wewangian langka seperti musk.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!