Belum Tuntas Dikerjakan, Anggaran Proyek Miliaran Rupiah Ludes, Kabid BPBD Halsel: Saya Dipaksa dan Diancam

Saya tidak pernah dilibatkan sebagai PPTK, tetapi dipaksa untuk tanda tangani dokumen pencairan. Bahkan sebelum melakukan penandatanganan SPM, pencairan ternyata sudah 100 persen

Soleman Hajiji (Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Halsel)

Labuha, Maluku Utara- Salah satu proyek pekerjaan yang ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), dilaporkan bermasalah.

Pekerjaan fisik berupa pembangunan drainase di Desa Samo, Kecamatan Gane Barat Utara itu, anggarannya sudah dicairkan 100 persen padahal progres pekerjaan belum rampung.

BACA JUGA  PPK Pesimis Proyek RS Pratama Pulau Makian Tuntas Tahun Ini

Berdasarkan data yang dihimpun awak media Haliyora.id, paket pekerjaan darurat yang dialokasikan dari APBD tahun 2022 berupa pembangunan drainase, duiker, dan jembatan (box culvert) serta pembuatan saluran banjir dengan anggaran sebesar 4.600.533.000 yang dikerjakan CV Gandiwa Aksara Raya, belum tuntas dikerjakan tapi sudah dicairkan 100 persen.

Seperti diungkapkan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Halsel, Soleman Hajiji saat diwawancarai Haliyora.id pada 3 April 2023.

BACA JUGA  Kementerian ESDM RI Kenalkan Geopark di Maluku Utara

Soleman mengatakan, pekerjaan drainase di Desa Samo itu belum rampung 100 persen tetapi atas perintah Kalak BPBD Halsel dilakukan serah terima sementara pekerjaan (Provisional Hand Over atau PHO). 

“Saya tidak pernah dilibatkan sebagai PPTK, tetapi dipaksa untuk tanda tangani dokumen pencairan. Bahkan sebelum melakukan penandatanganan SPM, pencairan ternyata sudah 100 persen,” ungkap Soleman.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah