Menurutnya, di tahun 2024, diharapkan nilai investasi di Malut sudah diatas angka 100 triliun. “Ini terus kita dorong dan bekerja keras,” ujar Bambang.
Mantan kepala Inspektorat juga mengatakan, banyak investor mau masuk dan butuh kawasan, misalnya sekitar 100 hektar, cuma Pemprov tidak punya kawasan mana yang mau disediakan.
“Nah seharusnya daerah sudah menyiapkan mana kawasan-kawasan yang akan dikembangkan menjadi kawasan investasi,” ucapnya.
Dikatakan, karena selama ini belum ada, sehingga di tahun 2023 pihaknya akan merancang kawasan investasi itu.
“Dimulai dari Desa Tilope Kabupaten Halmahera Tengah. Cuma kan kita tidak membangun hanya kita menyiapkan. Jadi kalau ada peminat, kita tunjukan gambaran desa tersebut. Kalau peminat oke, baru kita bisnis to bisnis, apakah pake CO, apakah pake sewa dan pembagian hasil, itu nanti dibicarakan,” jelasnya.
Dikatakan pula, yang menjadi kendala di DPMPTSP, kata dia, belum diberikan mana kawasan yang akan dikembangkan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!