Rencananya, minggu depan kami di Komisi III mau adakan rapat evaluasi dengan Dinas PUPR mengenai semua paket multiyears
Husni Bopeng (Sekretaris Komisi III DPRD Malut)
Sofifi, Maluku Utara- Mega proyek Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) yang dikucurkan melalui program multiyears (MY) atau tahun jamak dengan anggaran 589 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan tahun 2022 sejauh ini tidak seperti yang diharapkan.
Buktinya, hingga memasuki penghujung Maret 2023, masih ada proyek MY yang belum dikerjakan sama sekali.
Sebut saja proyek jalan dan jembatan Gane Dalam di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), dengan nilai kontrak sebesar 34 miliar rupiah, yang dikerjakan oleh PT Modern Raya dengan uang muka 2,5 persen atau sebesar 600 juta rupiah.
Belum dikerjakannya satu paket proyek MY itu mendapat reaksi dari kalangan DPRD Malut. Sekretaris Komisi III DPRD Malut, Husni Bopeng yang diwawancarai Haliyora.id mengkhawatirkan, proyek jembatan di Gane Dalam, Halmahera Selatan yang belum dikerjakan itu bernasib sama seperti proyek Pemprov Malut bersumber anggaran dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Sebab, penandatanganan kontrak untuk proyek tahun jamak atau MY ini sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu.
“Jangan sampai paket paket MY ini juga bernasib sama dengan paket jalan yang sumber anggarannya dari PT SMI, yang adendum perpanjangan waktu sampai tiga kali tapi itupun tidak sampai 10 persen,” singgung Husni Bopeng melalui pesan WhatsApp yang diterima wartawan, Kamis (30/3/2023).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!